TAIPEI – China secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya pada pemerintahan baru Taiwan yang akan dipimpin oleh Presiden terpilih, Tsai Ing-wen mulai 20 Mei 2016 mendatang.
Salah satu cara yang digunakan untuk menekan kelancaran pemerintahan baru tersebut, ialah dengan membatasi jumlah wisatawan asal China ke negara yang memisahkan diri dari daratan utama tersebut.
Hal itu diakui oleh dua agen wisata terkemuka di China, yang biasa mengirim turis dari dan ke Taiwan.
“Pengelola pariwisata nasional memberi tahu kami pada Februari dan Maret, untuk memangkas angka wisatawan yang harus dikirim ke Taiwan,” kata seorang agen di Xiamen, yang letaknya tepat di perbatasan kedua negara yang terpisah selat, seperti diwartakan Reuters, Kamis (12/5/2016).
Sebagai perbandingan, turis asal China yang melancong ke Taiwan sepanjang tahun lalu tercatat mencapai 4,2 juta orang.