Pria Inggris Dipenjara karena Coba Tembak Trump

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Rabu 14 Desember 2016 14:48 WIB
Pria Inggris, Michael Sandford, didakwa berencana menembak capres AS Donald Trump saat kampanye di Las Vegas pada Juni. (Foto: Euro News)
Share :

LAS VEGAS - Pria 20 tahun asal Inggris divonis hukuman penjara selama satu tahun satu hari. Jaksa mendakwa turis tersebut setelah berusaha merebut pistol polisi untuk menembak calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kampanye pemilihan presiden (pilpres) di Las Vegas Juni lalu.

Hakim Distrik James Mahan di Las Vegas menjatuhkan vonis kepada Michael Sandford setelah ia mengaku bersalah pada September dalam kesepakatan yang dibuat dengan jaksa penuntut. Sandford didakwa atas kepemilikan senjata ilegal serta mengganggu ketertiban umum dalam kegiatan pemerintahan. Demikian dilansir Euro News, Rabu (14/12/2016).

Pengacara Sandford yang disediakan negara, Brenda Weksler, mengaku puas dengan vonis tersebut. Ia menilai, hukuman yang diterima Sandford cukup adil mengingat situasinya yang unik. Ketika ditanya apakah Sandford berencana menyakiti Trump, Weksler menjawab, "Klien saya tidaklah politis sama sekali."

Sandford sendiri mengakui, pada kegiatan kampanye pilpres AS Juni lalu, ia mendekati salah seorang petugas dari Kepolisian Metro Las Vegas. Kala itu, Sandford mengatakan, ingin meminta tanda tangan Trump. Tak lama kemudian, Sanford mencoba menarik pistol polisi tersebut dari sarungnya dengan memakai dua tangannya.

Departemen Kehakiman AS melaporkan, pria yang telah melampaui batas waktu tinggal sebagai turis selama sekira 10 bulan itu pun langsung ditahan dan dijauhkan dari lokasi kampanye, yaitu Hotel Treasure Island. Sandford juga mengaku mengunjungi sasana tembak di Las Vegas sehari sebelum insiden tersebut. Saat belajar di kelas menembak, Sandford pistol sewaan jenis Glock dan menembak 20 kali di kertas target.

Pada Agustus, ibunda Sandford, Lynne Sandford, berkata kepada para reporter di London bahwa anaknya sedang dalam pengawasan karena mencoba bunuh diri selama beberapa minggu di Penjara Nevada. Sandford, ujar Lynne, juga didiagnosa mengidap autisme, depresi, dan penyakit psikologis lainnya. Lynne menggambarkan Sandford sebagai pria kekanakan yang suka menonton kartun "Peppa Pig" dan seseorang yang kerap bingung serta takut karena penahanannya.

Meski demikian, tidak disebutkan rinci dalam kesepakatan tersebut apakah Sandford memang berencana menyakiti Trump. Departemen Kehakiman AS dalam pernyataan tentang hukuman penjara bagi Sandford menyebutkan, "Tindakan Sandford melanggar hukum, mengganggu hingga membuat Dinas Rahasia AS, petugas hukum lainnya serta petugas keamanan merespons ancaman yang dilakukan olehnya. Tidak hanya itu, penahanan Sandford juga mengganggu pidato yang sedang disampaikan Trump."

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya