Kegiatan May Day Harus Lebih Produktif dan Menarik bagi Masyarakat

, Jurnalis
Senin 01 Mei 2017 14:47 WIB
Menaker RI, Hanif Dhakiri
Share :

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus mencari format perayaan May Day dengan aktivitas yang lebih produktif, berdayaguna dan memiliki daya tarik. Sehingga tidak menimbulkan kesan 'horor' yang membuat masyarakat justru menjauh.

"Selama ini, publik mengesankan May Day itu sebagai hari yang menyeramkan, karena selalu diwarnai aksi demo dari kalangan buruh. Publik sering berpikir, kalau ada aksi demo itu jalanan macet, rusuh dan kesan seram lainnya. Nah, kita mendorong agar May Day diisi dengan kegiatan yang lebih produktif dan mendatang manfaat yang lebih baik buat para buruh," ungkap Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri.

Hal itu disampaikannya di sela peringatan hari buruh internasional 2017 dengan tema May Day is a Happy Day di eks Driving Range Golf Senayan di Jakarta, Senin (1/5/2017).

Hanif menjelaskan, kegiatan May Day sejatinya lebih ke arah aktivitas kreatif dan inovatif, sehingga kesan seram itu hilang dalam pikiran masyarakat.

"Kan jumlah hari dalam setahun itu 360 hari, dan May Day itu hanya sehari. Kalau memang mau menyalurkan aspirasi dengan demo, bisa dilakukan di hari lainnya. Sedangkan di hari May Day ini sebaiknya diisi dengan kegiatan yang tidak lagi mengedepankan aksi demo," paparnya.

Ia menyebut, kegiatan yang dimaksud berupa kegiatan yang bernilai jual pariwisata, menyenangkan, dan memiliki daya tarik. Sehingga ketika kegiatan itu digelar, masyarakat akan datang berbondong-bondong untuk menyaksikan, karena memang kemasannya menarik.

"Dulu, setiap peringatan HUT RI diisi dengan karnaval, kegiatan yang positif dan kreatif. Kan masyarakat datang ingin menyaksikan, tidak ada kesan menakutkan. Nah, jika situasi dan kondisinya sudah seperti itu, kemasannya menarik, masyarakat hadir di sana, kan buruh bisa menyampaikan kampanye isu-isu yang ingin disampaikannya," papar Hanif.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya