"Pohon ini sangat berjasa bagi kita, selama 194 tahun berapa banyak karbon yang sudah diserapnya, setiap pohon memiliki daya serap karbon masing-masing sesuai ukurannya, yang jelas kontribusinya sangat besar bagi lingkungan," kata Risna.
Risna menyebutkan saat ini Kebun Raya Bogor memiliki koleksi 12.469 spesimen terdiri atas 3.240 jenis, dan 9.685 spesimen anggrek yang terdiri atas 583 jenis. Dari jumlah tersebut sebanyak 600 spesimen (pohon) berusia di atas 100 tahun, dan 3.000 pohon yang berusia 50 tahun. "Selain leci, Kebun Raya Bogor juga memiliki pohon raja yang usianya ratusan tahun," katanya.
Ia menyebutkan, keberadaan pohon leci di Kebun Raya Bogor menjadi fenomenal, karena menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang terkesan dengan keberadaan pohon tersebut. Lokasinya berada di sisi barat tepi kolam Gunting yang berhadapan langsung dengan halaman belakang Istana Kepresidenan bogor.
Pihak Kebun Raya Bogor masih menginvestigasi untuk mengetahui penyebab pasti tumbangnya pohon tersebut. Tetapi dari pengamatan secara kasat mata, pada batang pohon yang tumbang terlihat ada indikasi jejak rayap. Sehari sebelum tumbang lanjut Risna, rencananya papan informasi pohon leci akan diperbaharui dengan menambah sejumlah keterangan yang lebih spesifik tentang pohon tertua tersebut.
"Sore sebelum (Selasa-red) kejadian pohonnya masih berdiri tegak. Saya sudah instruksikan petugas untuk mengganti papan informasi agar lebih lengkap ditambah penjelasan sainsnya, tapi pohonnya keburu tumbang," kata Risna.