JAKARTA – Jamuda Sinaga, seorang siswa SMA asal Nagori Togu Domu Nauli, Simalungun, Sumatera Utara, berhasil lolos dalam kecelakaan Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, pada Senin, 18 Juni 2018.
Jamuda berhasil selamat setelah berjuang melawan ombak yang cukup tinggi di Danau Toba, pada hari kejadian. Dia pun masih terlihat trauma setelah kapal yang ditumpanginya diterjang ombak dan akhirnya tenggelam ke dasar perairan Danau Toba.
Dia menceritakan awal mula menumpangi KM Sinar Bangun, kapal tersebut memang sudah kelebihan kapasitas. Namun, karena telah lama menunggu di Pelabuhan Simanindo, akhirnya dia memutuskan untuk menyeberang ke Tigaras dengan menggunakan kapal nahas itu.
"Karena mungkin kapal terakhir anak buah kapal KM Sinabung memaksa bahwa masih ada tempat, sepeda motor tiga yang kami bawa, dua telah masuk satu sepeda motor tidak bisa diangkut. Akhirnya, karena dipaksa, sepeda motor lainnya berhasil masuk ke lambung kapal. Kereta (motor) kami akhirnya diangkut,” ujarnya dengan terbata-bata, berdasarkan informasi yang dihimpun MNC Media.
Jamuda sempat mengenang kembali sebelum KM Sinar Bangun tenggelam ke dasar Danau Toba. Dia berangkat bersama kakak dan adiknya. Nahas, kedua saudaranya itu tidak bisa diselamatkan dan hilang ke dasar Danau Toba.
Menurutnya, setelah KM Sinar Bangun melepaskan jangkarnya, kapal mulai bergerak dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras dengan jarak tempuh sekira 45 menit.
"Setelah jalan, mulai ke tengah, cuaca semakin memburuk. Awan gelap dan angin mulai kencang, ombak semakin tinggi mengempas badan kapal. Tepat di pertengahan antara Simanindo dan Tigaras, kapal mulai oleng terhempas ombak," serunya.
Setelah itu, sambung Jamuda, kapal mulai tidak dapat dikendalikan. Semula, nakhoda sempat mengikuti arus ombak dengan meluruskan kemudi KM Sinar Bangun. Namun sial, kapal terlalu berat alias kelebihan muatan yang berakibat masuknya air danau ke dalam geladak kapal.
"Tingginya ombak mengempas badan kapal berulang kali membuat kapal oleng dan langsung terbalik. Kalau enggak salah ingat, hitungan menit , kapal yang kami tumpangi tenggelam. Karena aku masih sempat menolong ito (kakak) dan adikku naik ke atas kapal yang terbalik," ungkapnya berkaca-kaca mengingat kejadian tragis yang menimpa keluarganya.
Jamuda sempat menolong kedua saudaranya untuk naik keatas kapal sesaat kapal sudah mulai tenggelam. Namun, ketika seluruh badan kapal mulai tenggelam, Jamuda mencoba menyelamatkan diri dengan keahliannya berenang.