Namun tak disangka, saat sedang menyelamatkan kedua saudaranya untuk tetap mengapung, kaki Jamuda ditarik oleh penumpang lain. Jamuda pun kembali tenggelam. Jamuda tetap berusaha untuk kembali mengapung.
Dengan sekuat tenaga, Jamuda menendang penumpang yang menarik kakinya dari dalam danau. Saat itu, pergulatan sempat terjadi dengan para penumpang lain. Berkat keahlian renangnya, Jamuda berhasil kembali muncul ke permukaan. "Saat itu ombak masih begitu kencangnya," jelas Jamuda.
Dengan napas yang mulai tersengal-sengal, Jamuda masih berkeyakinan bisa menyelamatkan kedua adiknya. Sebelum berhasil naik ke permukaan, kaki remaja ini sempat terjepit sepeda motor yang ikut tenggelam. Tapi dia bisa melepaskan kakinya dari motor itu.
"Kakiku terjepit sepeda motor, walau aku panik, akhirnya kakiku yang terjepit, bisa lepas, dan aku mencari cahaya di atas (permukaan) sekuat tenaga aku berupaya naik, dan akhirnya aku berhasil," bebernya.
"Masih kulihat ito ku dan tangan mereka ku pegang supaya bisa mengapung ku bawa ke badan kapal yang terbalik. Tapi, saat itu kaki ku tiba-tiba ditarik dari dalam jadinya aku tenggelam lagi. Waktu aku naik, ito ku sudah ga nampak lagi," ujarnya terbata-bata dengan dialek bataknya.
Jamuda kembali terdiam. Dia mengenang kembali kejadian tragis pada Senin lalu. Remaja itu pun kembali bercerita. Sesaat setelah dua saudaranya tenggelam, dia masih melihat banyak penumpang yang berusaha mengapung.
"Banyak juga penumpang yang masih berusaha mengapung," jelasnya.
Tak berselang lama, bantuan pun datang. Saat itu, kapal pertama yang memberikan bantuan yakni, KM Sumut I. Kapal itu berupaya mendekati korban yang masih terapung.
"Saat itu angin dan ombak sangat kencang jadi jarak kami dengan kapal ferry cukup jauh, setelah dilemparkan pelampung oleh ABK ke dalam danau, aku berupaya berenang mengejar pelampung itu. Kalau enggak salah ingat ada tiga orang kami yang berenang, berupaya meraih pelampung yang berulang kali dilempar oleh ABK," cerita dia.
"Setelah dapat ku raih pelampung yang dilempar ABK, aku ditarik, naik ke kapal feri," sambungnya.
Setibanya di KM Sumut I, Jamuda mengaku tidak mengetahui kondisi penumpang lainnya. Pun demikian terhadap kondisi kedua saudaranya yang sedari awal sama-sama menumpang KM Sinar Bangun.
"Aku enggak tahu nasib mereka. Ito ku aja sampai saat ini ga tau dimana, apa mereka selamat atau tidak," tutupnya dengan nada sendu menahan air mata.
(Erha Aprili Ramadhoni)