Ketika Penyembelihan Hewan dan Sunat Satukan Umat Yahudi dan Muslim Eropa

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Kamis 17 Januari 2019 09:53 WIB
Foto: Getty Images.
Share :

Pengadilan menyatakan hak orang tua dan kebebasan keagamaan tidak dapat dijadikan dasar pembenaran "campur tangan serius dan tetap terhadap kehormatan tubuh."

Keputusan tersebut diubah enam bulan kemudian, tetapi hal ini menyadarkan masyarakat Muslim dan Yahudi yang mengatakan undang-undang tersebut dapat berarti pelarangan menjalankan keyakinan mereka.

'Agenda politik'

Kenyataan bahwa tindakan seperti ini pada umumnya didukung partai nasionalis sayap kanan semakin menambah nuansa politik pada masalah ini.

Dengan menghitung dukungan para pegiat kesejahteraan binatang dan hak anak, para politikus dapat diuntungkan di samping juga memenuhi agenda anti-imigrasinya.

Di Belgia, pelarangan adalah hasil kerja menteri kesejahteraan binatang nasionalis di daerah Flanders, Ben Weyts.

Ketika RUU diloloskan parlemen setempat di tahun 2017, Weyts mencuit: "Menteri binatang yang bangga. Bangga menjadi orang Flemish."

Pada 2014, dia dikecam keras karena menghadiri peringatan 90 tahun pendukung Nazi di Belgia.

Berbicara lewat New York Times, Rabbi Yaakov David Schmahl dari Antwerp mengatakan, "Ini sudah pasti mengingatkan pada peristiwa sejenis sebelum Perang Dunia Kedia, ketika hukum sejenis diterapkan di Jerman."

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya