Stigmatisasi?
Joos Roets, pengacara yang mewaliki sejumlah lembaga berhaluan Islam, juga mengatakan kepada the Times bahwa larangan ini adalah usaha diam-diam untuk menstigmatisasi sejumlah kelompok keagamaan - bukannya untuk melindungi binatang.
Tetapi Global Action in the Interest of Animals, kelompok hak binatang Belgia, menolak tuduhan tersebut lewat Twitter.
Kelompok itu menulis: "Di #Wallonia, hukum bahkan didukung partai kiri-tengah, jadi SUDAH PASTI bukan suara kanan-jauh!"
Mereka juga menolak pandangan bahwa hukum Belgia tersebut sama dengan larangan penyembelihan binatang.
Terdapat beberapa kasus dimana penyembelihan ritual dipandang dapat diterima jika binatang dibuat tidak sadar - tetapi tidak dibunuh - saat lehernya disayat.
Tetapi interpretasi ini tidak selalu diterima pemimpin keagamaan Muslim dan Yahudi.
Perdebatan sepertinya tidak mereda.
Para pegiat merasa telah menang, sementara para politikus mendesak pelarangan yang lebih luas terkait ritual keagamaan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai Eropa.
(Rahman Asmardika)