Daniel meminta penyidik memeriksa perangkat telefon yang berhubungan dengan korban sebelum penganiayaan maut.
Sebab ada dugaan telefon yang diterima ada hubungannya dengan kekerasan yang diterima di kampus. Daniel percaya pelaku lebih dari satu, mengingat banyaknya luka pada jasad korban.
"Polisi sudah menganalisa. Kami mempercayakan kepada mereka, kita tunggu hasilnya saja," kata Daniel usai mengunjungi Mapolrestabes Makassar di Jalan Ahmad Yani Makassar.
(Baca Juga: Kampus Sempat Tutupi Penyebab Tewas Taruna ATKP Makassar, Pengamat Sosial: Itu Cara Primitif)
Sementara Kapolrestabes Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo mengaku masih tunggu hasil autopsi. Dwi menyatakan penyelidikan kasus ini akan terus dikembangkan.
"Untuk sementara, kami menunggu hasil otopsi dari laboratorium. Kalau ada yang salah kita luruskan ya. Cukup disitu dulu," kata Dwi