"Sejumlah DAS juga dalam kondisi yang sangat kritis. Mulai dari DAS Jeneberang sampai DAS Kelara," tuturnya.
Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) ini memberikan sejumlah masukan mitigasi. Di wilayah hulu DAS misalnya, menurutnya bisa dilakukan kegiatan mekanik/teknis dan vegetatif, rekayasa teknik berupa penambahan bangunan konservasi (embung), pembuatan terasering yakni mengendalikan aliran permukaan dan erosi.
"Bisa juga dibuat rorak untuk meresapkan air ke dalam tanah serta menampung sedimen dari bidang olah, membuat biopori, rehabilitasi riparian, serta sistem agroforestry-perhutanan sosial," katanya menguraikan.
Sedangkan di wilayah tengah DAS, lanjutnya, mitigasi bisa dilakukan dengan bangunan konservasi seperti wilayah hulu DAS, perlu dibangun DAM konsolidasi, groundsill dan sand pocket khususnya Jeneberang, membuat tampungan banjir berupa waduk atau embung, normalisasi aliran Sungai Jeneberang dan pengerukan bendungan secara berkelanjutan.