“Langkah yang kami ambil adalah memberikan bantuan tanggap darurat seperti bantuan tenda, sembako, air bersih, bantuan kesehatan, alat rumah tangga dan pakaian serta kelengkapan sekolah bagi anak-anak,” ungkap Marthen.
Lebih jauh Marthen juga menyatakan keprihatinan sehubungan dengan api yang membkar tiga rumah adat itu juga menghanguskan sejumlah benda-benda adat dan pusaka, yang mana merupakan benda-benda sakral aliran Marapu dan miliki kaitan erat dengan ritula Pasola Wanukaka.
“Benda adat dan pusaka yang ludes terbakar itu yang paling sulit untuk di renovasi,” timpal Marthen.
Adapun ritual Pasola, sangat terkait erat dengan kampung ini. Karena upacara penyongsong pasola perlu dan harus dilakukan di kampung Ubu Bewi ini. Pasola sendir merupakan ritual adat tahunan warga Wanokaka, yang mana merupakan prosesi adu ketangkasan berkuda sembari membidik lawan dengan lembing kayu tumpul. Darah dan keringan yang tumpah dalam pasola ini, justru diyakini bisa membawa kemakmuran bagi warga Wanokaka dan sekitarnya.
(Khafid Mardiyansyah)