Kenangan Luhut Tentang BJ Habibie, Ditugaskan Rukunkan Kembali Indonesia-Singapura

Muhamad Rizky, Jurnalis
Jum'at 13 September 2019 16:04 WIB
Foto kenangan Luhut saat besama BJ Habibie dan Ainun (Foto: Facebook/Luhut Binsar Pandjaitan)
Share :

Mulai Kerja

Suatu hari dirinya mendapat kabar dari pejabat Singapura bahwa terjadi kerusuhan di sebuah perusahaan Singapura di pulau Bintan. Tanpa membuang waktu ia meminta mereka menyediakan sebuah pesawat helikopter yang menerbangkannya ke sana. Saya bertemu dengan pimpinan buruh yang mogok, bertemu dengan aparat keamanan setempat dan menyelesaikan persoalan hingga tuntas. dan kembali ke Singapura pada sore harinya.

"Para pejabat Singapura memberi penghargaan kepada saya karena delivered apa yang saya janjikan sebelumnya. Mereka tidak tahu bahwa saking buru-burunya, saya pergi dan pulang tanpa bawa paspor, padahal itu sudah ke luar negeri…!" ujarnya.

Kepercayaan dan hubungan baik dengan para politisi di Singapura masih terus dipeliharanya hingga hari ini dan amat memudahkan dalam pekerjaannya sekarang.

"Senior Minister Teo Chee Hean misalnya adalah teman baik dari era ketika saya jadi Dubes. Demikian pula PM sekarang Lee Hsien Loong dan isterinya," kenanganya.

Langkah selanjutnya yang diambil Luhut adalah dengan menyelenggarakan sebuah seminar yang dihadiri oleh para konglomerat Indonesia yang lari meninggalkan Tanah Air ketika terjadi huru-hara 1998. Tujuan seminar itu sesuai perintah Presiden adalah meyakinkan mereka untuk kembali ke Indonesia da berbisnis seperti biasa.

"Agar punya daya tarik, maka saya bujuk (alm.) K.H. Abdurachman Wahid atau Gus Dur sebagai key note speaker. Seminar tersebut sukses karena hampir semua konglomerat besar Indonesia yang mengungsi seperti Sudono Salim, Tjiputra, Sjamsul Nur Salim dan lain-lain datang pada seminar itu. Tentu saja bukan Gus Dur kalau beliau tidak “memanfaatkan” acara untuk penyampaikan pandangan politik beliau," kata politikus senior Golkar ini.

Namun ia tak lama bertugas di Singapura karena dinamika politik di dalam negeri. Dalam sidang-sidang MPR, Habibie tidak diterima pertanggungjawabannya, dan Presiden ke-4 RI dipilih : Gus Dur. Tidak lama setelah Gus Dur jadi Presiden, ia dipanggil pulang untuk jadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian.

"Sebagai Duta Besar saya tidak ikut dalam proses politik di Tanah Air, tetapi dari pemberitaan-pemberitaan saya menarik kesimpulan bahwa Pak Habibie itu seorang kesatria. Begitu lembaga berwenang (MPR) tidak mempercayanya dengan kesatria ia mengundurkan diri. Ia tidak mau melakukan manuver politik atau menggalang massa agar tetap jadi Presiden seperti tingkah laku politisi pada umumnya," ujar Luhut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya