KUPANG - Tokoh adat di Desa Wadu Maddi, Kecamatan Hari Meara, Kabupaten Sabu Raijua, NTT mengelar ritual adat untuk menguburkan bangkai paus jenis sperma yang terdampar di pesisir pantai setempat.
"Sebelum proses penguburan seorang wanita yang adalah tokoh adat di desa itu mengelar ritual adat sebagai penghormatan terhadap mamalia paus itu," kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Imam Fauzi kepada wartawan di Kupang, Sabtu (9/4/2022).
BACA JUGA:Bangkai Paus Sperma Terdampar di Pantai Wadumaddi NTT
Ia menjelaskan, masyarakat desa tersebut menggelar ritual karena warga setempat menilai paus yang terdampar itu nenek moyang atau leluhur mereka.
Paus dengan jenis yang sama pernah menolong nenek moyang mereka yang pernah tenggelam saat melaut di perairan Sabu Raijua yang berhadapan dengan Samudera Hindia itu.
Tokoh adat tersebut, kata Imam, saat proses penguburan meminta agar posisi kepala mengarah ke laut dan ekor mengarah ke darat.
BACA JUGA:Warga Dihebohkan Ikan Paus Mati Terdampar di Pantai Kelapa Satu Sarmi Papua