Kisah Romaston Silalahi Kerja Keras dan Keberanian Hadapi Tantangan Dalami Bioteknologi di Jerman

Agregasi DW, Jurnalis
Kamis 02 Juni 2022 10:31 WIB
Maston Silalahi/DW
Share :

Di bagian tempat kerjanya sekarang, dia sudah bekerja selama hampir empat tahun. Dia menjelaskan, tidak semua yang ia pelajari di bidang bioanalitik bisa digunakan di tempat kerjanya.

Tapi misalnya, alat untuk Massenspektrometrie atau spektrometri massa (MALDI TOF), yang ia gunakan ketika berkuliah di Bremerhaven sama dengan yang digunakan di perusahaan tempat dia bekerja sekarang.

Dia menjelaskan, yang dikerjakan di bagian DNA Sintesis adalah membuat DNA, misalnya untuk tes PCR, yang baru-baru ini marak disebut-sebut akibat pandemi Corona.

Sebelum pandemi, tes PCR sudah banyak digunakan di bidang forensik, misalnya untuk Vaterschaftstest, yang juga dikenal dengan sebutan tes paternity test menentukan hubungan darah antara ayah dan anak.

Untuk tes seperti itu, DNA dari ayah dan anak harus dianalisa. Untuk itu DNA harus dimultiplikasi terlebih dahulu, yaitu dengan mendesain Primer DNA.

"Primer DNA akan membaca untaian selanjutnya," begitu kata Maston.

Dia bercerita, di bagian Gen Sintesis tempat dia bekerja sekarang, untaian DNAnya lebih panjang lagi.

Dia menjelaskan pula, mereka membuat untaian DNA yang digunakan dalam terapi gen. Ia menambahkan, pelanggan terbesar mereka sekarang adalah BioNTech, yang terkenal di banyak negara setelah meluncurkan vaksin yang meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus COVID-19.

Ia menambahkan, ia dan rekan-rekannya membuat raw data atau sekuens yang masih mentah. Setelah itu, BioNTech akan mengubahnya lagi menjadi mRNA (messenger ribonucleic acid) atau RNA duta. Begitu jugalah pada vaksin, dan itulah yang nanti akan ijeksikan kepada pasien.

"Jadi DNA buatan untuk terapi gen," begitu disimpulkan Maston.

Tapi ia menambahkan pula, perusahaannya tidak melakukan penelitian. Itu dilakukan pelanggan seperti BionTech. Jadi perusahaannya hanya menerima pesanan, setelah klien menjelaskan untaian DNA seperti apa yang mereka inginkan.

"Jadi yang kami kerjakan itu di bagian molekular biologinya," kata Maston.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya