Ancaman lain datang dari berakhirnya Perjanjian New START antara Rusia dan AS, satu-satunya perjanjian pengendalian senjata nuklir yang masih tersisa. Jika tidak diperpanjang, kedua negara akan memasuki era tanpa pembatasan persenjataan nuklir sama sekali.
Di luar isu militer, respons global terhadap krisis iklim juga dinilai memburuk. Para ilmuwan menyebut upaya internasional telah berubah dari “sangat tidak memadai” menjadi “sangat merusak,” sembari menuding pemerintah AS melancarkan “perang terhadap energi terbarukan.”
Tak hanya itu, ilmuwan juga mengangkat ancaman yang lebih futuristik, seperti “kehidupan cermin”—organisme sintetis hasil rekayasa kimia yang berpotensi lepas kendali dan mengganggu seluruh ekosistem Bumi.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) pun dianggap membawa risiko serius. AI disebut dapat dimanfaatkan untuk merancang bakteri atau virus baru, menciptakan ancaman biologis yang belum pernah ada sebelumnya.
Sebagai catatan, Jam Kiamat dimajukan 10 detik pada 2023, 1 detik pada 2025, dan kini kembali bergerak lebih dekat ke tengah malam. Para ilmuwan menegaskan bahwa simbol ini bukan ramalan, melainkan peringatan keras bagi para pemimpin dunia untuk segera bertindak.
(Awaludin)