TAUD Ungkap Dugaan Operasi Terorganisir di Balik Serangan ke Andrie Yunus

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Jum'at 10 April 2026 08:21 WIB
Tim Advokasi untuk Demokrasi (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Tim investigasi independen mengungkap peran dan keterlibatan sedikitnya 16 orang dalam rangkaian aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026. Temuan ini diperoleh dari investigasi independen berbasis analisis rekaman CCTV dan pemetaan kronologi sebelum hingga setelah kejadian.

Peneliti independen, Ravio Patra mengatakan, dirinya ditugasi Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) untuk melakukan investigasi guna mengungkap fakta-fakta peristiwa penyerangan.

“Saya akan memaparkan hasil temuan tim investigasi yang ditugaskan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi untuk mengungkap fakta-fakta sebenarnya tentang kasus aksi teror, percobaan pembunuhan berencana, dan penganiayaan berat yang dialami oleh rekan kami, Andrie Yunus,” ujar Ravio dalam konferensi pers bersama TAUD di Jakarta Selatan, Kamis 9 April 2026.

Dari hasil penelusuran, pihaknya mengidentifikasi 16 orang tak dikenal (OTK) yang dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan peran masing-masing, yakni eksekutor, pengintai jarak dekat, tim komando, dan pengintai jarak jauh.

Berdasarkan analisis CCTV, aksi penyiraman tersebut bukan peristiwa spontan, melainkan bagian dari operasi yang terstruktur dan terencana.

 

Ravio menjelaskan, timnya melakukan pemetaan terbalik untuk menelusuri pergerakan para pelaku sebelum kejadian. Sedikitnya 34 rekaman CCTV telah dianalisis dalam investigasi ini.

“Kami menggunakan metode pemetaan terbalik. Kami melihat kronologi dari setelah kejadian hingga beberapa jam sebelumnya,” ujarnya.

Dari rekaman tersebut, terlihat adanya koordinasi intens antar pelaku di sejumlah titik sebelum penyerangan, termasuk di kawasan Diponegoro dan sekitar YLBHI. Para pelaku juga disebut berpindah posisi dan melakukan komunikasi sebelum eksekusi.

“Jelas orang-orang ini saling mengenal. Mereka bukan orang acak, melainkan saling terhubung dan beraktivitas bersama,” papar Ravio.

Dalam pemaparan, disebutkan korban mulai dibuntuti sejak keluar dari Gedung YLBHI usai mengikuti kegiatan. Sejumlah orang diduga memberikan kode kepada eksekutor bahwa korban telah bergerak.

Serangan terjadi saat korban melintas di kawasan Salemba. Dua pelaku mendekat menggunakan sepeda motor dan menyiramkan cairan keras ke tubuh korban.

“Terjadi penyiraman terhadap Andrie. Ia oleng, jatuh, lalu berteriak kepanasan karena mengalami luka bakar instan,” ungkap Ravio.

Ia juga mengungkap dampak serius cairan tersebut terhadap tubuh korban.

“Baju Andrie melepuh, tas meleleh, begitu juga singlet dan beberapa bagian sepeda motor. Se-kuat itu cairan yang disiramkan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, tim investigasi menemukan indikasi bahwa pelaku penyiram juga sempat terkena cipratan cairan tersebut.

“Kami menduga terjadi cipratan kepada pelaku, sehingga mereka kemudian menyiramkan air ke tangan dan wajah,” kata Ravio.

Hal ini diperkuat dengan rekaman yang menunjukkan pelaku berhenti usai kejadian untuk membilas diri menggunakan air mineral.

Ia menambahkan, sebagian kendaraan yang digunakan teridentifikasi sebagai milik warga sipil, yang memperkuat dugaan adanya keterlibatan unsur nonmiliter.

Namun demikian, TAUD menegaskan seluruh temuan ini masih bersifat awal dan membutuhkan pendalaman oleh aparat penegak hukum.

“Ini bukan hasil final. Dengan keterbatasan masyarakat sipil, kami tentu tidak bisa menjangkau seluruh wilayah Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, anggota TAUD, Afif Abdul Qoyim, mengatakan lambannya penanganan perkara oleh aparat penegak hukum menjadi sinyal kuat perlunya pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen dan memiliki legitimasi hukum kuat, dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat sipil.

“Ini menjadi sinyal kuat pentingnya pembentukan TGPF yang independen dan memiliki legitimasi hukum kuat, serta melibatkan berbagai elemen, termasuk masyarakat sipil,” jelasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya