JAKARTA - Mabes Polri mengerahkan ratusan personel untuk membantu penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 260 personel disiapkan untuk memperkuat proses evakuasi hingga pemulihan masyarakat terdampak.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, personel yang dikerahkan akan mendukung berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, identifikasi korban, hingga pemulihan kondisi masyarakat.
Untuk tahap awal, sebanyak 137 personel diberangkatkan pada Minggu (16/8/2026) malam.
“Total 137 personel malam ini, terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101 personel, DVI dan Dokkes 14 personel, Humas 9 personel, Slog 3 personel, dan Propam 10 personel,” kata Isir.
“Besok juga ada yang kemudian kami berangkatkan dari Pondok Cabe, termasuk K-9,” ujarnya.
Isir menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam menangani dampak gempa di Flores dan sejumlah wilayah NTT.
“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” katanya.
Polri juga telah meminta jajaran Polda NTT dan para kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama pemangku kepentingan lainnya dalam proses evakuasi dan pemberian bantuan.
Sejumlah posko bantuan telah didirikan di lokasi yang dinilai aman. Posko tersebut digunakan untuk mendukung evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, serta distribusi bantuan.
Dalam penanganan bencana, Polri berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, dan sejumlah instansi terkait.
Mabes Polri juga terus memantau perkembangan situasi bersama Polda NTT dan jajarannya untuk memastikan dukungan dari tingkat pusat dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
(Awaludin)