CIANJUR – Polri terus mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui perluasan budidaya bawang putih di berbagai daerah. Program tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Namun, sekitar 95 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor sehingga peningkatan produksi dalam negeri dinilai menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
"Seperti yang selalu disampaikan Bapak Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Dengan swasembada, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan rakyat, tetapi juga memperkuat martabat Indonesia. Maka dari itu, Polri bergerak untuk menyukseskan Asta Cita swasembada, salah satunya melalui bawang putih," ujar Dedi saat memimpin penanaman perdana bawang putih di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan di Cianjur merupakan bagian dari penanaman bawang putih secara serentak di 14 daerah di Jawa Barat. Di Kabupaten Cianjur, program tersebut memanfaatkan lahan seluas 6 hektare dan melibatkan kelompok tani setempat.
Program pengembangan bawang putih Polri telah berjalan sejak 2025. Hingga 2026, total lahan yang dikembangkan mencapai 948 hektare dengan produksi panen basah sekitar 9.480 ton.
Pelaksanaan program juga melibatkan jajaran kewilayahan Polri. Sebanyak 14 Polda dan 59 Polres telah berpartisipasi dengan luas lahan tanam mencapai 279,53 hektare serta estimasi produksi sebesar 2.795,4 ton.
Untuk wilayah Jawa Barat, penanaman dilakukan di lahan seluas 44,58 hektare dengan potensi hasil panen mencapai 445,8 ton. Lahan tersebut berasal dari sejumlah sumber, termasuk PTPN, Dinas Pertanian, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Dedi mengatakan perluasan lahan budidaya akan dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas produksi bawang putih nasional. "Jumlah produksinya juga akan bertambah seiring penambahan lahan," katanya.
Menurut Dedi, pengembangan bawang putih bukan sekadar meningkatkan produksi komoditas pertanian. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Selain Jawa Barat, penanaman serentak juga berlangsung di Sembalun, Lombok Timur. Di lokasi tersebut, budidaya bawang putih mencakup lahan seluas 120 hektare, sementara panen raya dilaksanakan pada lahan seluas 105 hektare.
Kegiatan di Sembalun sekaligus ditandai dengan peletakan batu pertama Gudang Ketahanan Pangan Polri. Fasilitas itu dipersiapkan untuk menunjang proses penyimpanan dan penjemuran hasil panen bawang putih agar kualitas komoditas tetap terjaga serta distribusinya dapat dikelola secara optimal.
Melalui perluasan area tanam, peningkatan produksi, dan pembangunan fasilitas pascapanen, Polri berharap pengembangan bawang putih dapat semakin memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor.
(Arief Setyadi )