Kanada Siapkan Bantuan untuk Palestina

Awaludin, Jurnalis
Rabu 23 September 2026 10:04 WIB
Warga Gaza di pengungsian (foto: AP)
Share :

JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney mengatakan, bahwa bantuan internasional senilai 71 juta dolar Kanada untuk Palestina. Hal itu diungkapkan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Selasa 22 September 2026.

Dari jumlah tersebut, 55 juta dolar Kanada dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan segera. Sementara itu, 16 juta dolar Kanada akan digunakan untuk mendukung pembangunan kapasitas perdamaian dan keamanan, termasuk pelatihan kepolisian di Tepi Barat yang diduduki.

Carney juga mengatakan, Kanada dan sejumlah negara sekutu akan menerapkan pembatasan perdagangan terhadap barang-barang yang diproduksi di permukiman Israel di wilayah yang diduduki.

Ia menyebut, langkah tersebut sebagai "tindakan pragmatis dan praktis" untuk mendorong tercapainya perdamaian jangka panjang bagi Israel dan Palestina.

Sebelumnya,  Carney memperingatkan bahwa rencana pembangunan permukiman Israel di kawasan E1, sebelah timur Yerusalem Timur yang diduduki, merupakan "ancaman langsung terhadap perdamaian".

Ia menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza yang menurutnya masih sangat memprihatinkan.

"Penderitaan manusia yang luar biasa terus berlanjut," kata Carney, dilansir dari trtworld, Rabu (23/9/2026).

 

Carney menegaskan, dukungan internasional terhadap solusi dua negara telah berlangsung lama. Menurut dia, konsensus tersebut akan kehilangan makna jika kondisi di lapangan terus memburuk.

Ia juga menyebut dukungan terhadap solusi dua negara telah dipertahankan oleh setiap pendahulunya sejak Kanada menjadi anggota PBB.

Sementara itu, otoritas Israel disebut bersiap membuka tender pada 25 Oktober untuk pembangunan 2.167 unit permukiman di bawah skema E1.

Jumlah tersebut menambah 1.234 unit yang telah ditenderkan pada Agustus. Dengan demikian, total unit yang ditawarkan dalam skema tersebut mencapai 3.401 unit.

Rencana pembangunan di kawasan E1 selama ini menjadi salah satu isu yang mendapat sorotan dalam konflik Israel-Palestina. Kawasan tersebut berada di sebelah timur Yerusalem Timur dan terletak di antara Yerusalem dengan permukiman Maale Adumim.

Kepresidenan Palestina memperingatkan bahwa proyek tersebut berpotensi memisahkan wilayah Tepi Barat yang diduduki. Menurut pihak Palestina, pembangunan itu berkaitan dengan upaya mencaplok wilayah Palestina dan menghubungkan permukiman Maale Adumim dengan Yerusalem.


 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya