Menurutnya, pendekatan penulisan yang fleksibel dan bebas dalam program tersebut efektif membuka potensi diri anak binaan yang selama ini belum terlihat.
"Kalau kegiatan sejenis memang ada, tapi yang ini lebih kreatif dan bebas, sehingga bisa digali potensi anak-anak yang mungkin belum muncul. Kami berharap anak-anak bisa menyampaikan ide-idenya dengan nyaman sehingga menghasilkan karya yang orisinal," ungkapnya.
Aldi berharap pembekalan keterampilan dan ruang berekspresi tersebut dapat membentuk karakter anak binaan menjadi lebih percaya diri. Keterampilan itu juga diharapkan menjadi bekal positif bagi mereka saat kembali berbaur dengan masyarakat.
Pelatihan penulisan kreatif tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana bagi anak binaan untuk mengekspresikan diri, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan keterampilan yang dapat bermanfaat di masa depan.
(Awaludin)