Guyon Rocky Gerung saat Sertijab Kepala Bakom: Tugas Pertama Syahganda Pulihkan Nama Baik Saya

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Selasa 06 Oktober 2026 19:30 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung melontarkan candaan saat memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dari Muhammad Qodari kepada Syahganda Nainggolan di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Rocky berkelakar bahwa tugas pertama Syahganda adalah memulihkan nama baiknya di hadapan publik.

"Tugas pertama Syahganda adalah memulihkan nama baik saya di publik," kata Rocky yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Rocky kemudian mengaku menjadi sasaran hujatan dalam beberapa hari terakhir, setelah masuk ke lingkungan Istana.

"Jadi sudah 3 hari nih, gue dicaci, dihina, nggak ada satu pun yang belain gue, kurang ajar," ujarnya disambut tawa hadirin.

"Saya ada di kalangan Istana sekarang, akan jadi sasaran, dan nggak ada cara untuk menghalangi kawan-kawan saya itu yang berupaya cari dalil bahwa saya mengkhianati perjuangan," katanya.

 

Rocky menyebut, dirinya tidak pernah menukar reputasi yang dibangunnya selama ini dengan jabatan atau fasilitas yang diperoleh dari negara.

"Rocky Gerung reputasinya didagangkan pada Prabowo. Saya nggak pernah tukar tambah reputasi saya dengan fasilitas dari awal. Saya menginginkan pikiran saya tiba dua detik sebelum kejadian di kuping Presiden," ujarnya.

Dia menilai kritik terhadap dirinya merupakan hal yang wajar. Rocky bahkan menyebut dirinya hanya berpindah posisi dari luar menjadi bagian dari dalam pemerintahan.

"Karena itu kemarin saya bilang, saya hanya pindah dari luar ke dalam. Itu orang marah itu. Oke lah. Orang yang marah itu artinya nggak ingin berpisah sebetulnya," katanya.

Di sela-sela candaan tersebut, Rocky juga menyinggung pentingnya komunikasi publik. Menurut dia, visi dan niat Presiden kerap tidak tersampaikan dengan baik karena persoalan di tingkat birokrasi.

"Presiden punya pikiran, Presiden punya visi, Presiden punya niat, Presiden punya intensi, Presiden punya urgensi. Jembatan ke publiknya kadang kala dirusak sendiri oleh birokrasi. Kerusakan itulah yang diintip oleh netizen," ujarnya.

 

Rocky menilai komunikasi publik tidak semata-mata bertumpu pada data dan fakta, melainkan juga persepsi yang berkembang di masyarakat.

"Isi pertama dari komunikasi adalah persepsi, bukan fakta, bukan data. Saya bisa tunjukkan semua prestasi Presiden, saya bisa dadarkan semua hasil yang bahkan sedang ditunggu oleh publik. Tapi dengan satu kebencian, data itu difalsifikasi. Selesai sudah," katanya.

Sebagai contoh, Rocky menyinggung hubungannya dengan Muhammad Qodari. Menurut dia, publik lebih mengingat momen perdebatan panas keduanya yang pernah terjadi di televisi dibanding hubungan baik yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

"Saya berteman baik dengan Mas Qodari. Teman berpikir ketika masih aktivis, lalu jadi teman berkelahi ketika dia ada di kekuasaan," ujarnya.

"Tapi itu yang kemudian diingat orang. Padahal perbedaan saya dengan Qodari hanya sebatas 30 menit cekcok di depan TV. Gitu aja," sambung Rocky.

Dia menambahkan, persepsi yang sudah terbentuk di ruang publik sering kali sulit diubah hanya dengan menyodorkan data pembanding. Karena itu, menurutnya, tugas seorang komunikator adalah memastikan pesan yang disampaikan mampu memengaruhi cara berpikir dan sikap masyarakat.

"Apapun yang diucapkan oleh seorang pejabat, komunikator, dia mesti jadi impact terhadap perubahan cara berpikir, perubahan sikap. Dan itu yang namanya penampilan awal," kata Rocky.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya