JAKARTA - Gempa besar berkekuatan M7,7 mengguncang Panama. Episenter gempa terletak di daratan Semenanjung Azuero, Panama, pada koordinat 7,587° LU dan 80,769° BB, dengan kedalaman hiposenter sekitar 12,6 km.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono mengatakan dengan magnitudo sebesar itu, gempa ini termasuk kategori gempa besar atau major earthquake.
“Kedalaman hiposenternya yang relatif dangkal menyebabkan energi gelombang seismik berpotensi menghasilkan guncangan kuat di permukaan, terutama di wilayah yg berdekatan dengan zona rupture atau rekahan,” ujar Daryono, Sabtu (10/10/2026).
Daryono pun menegaskan bahwa gempa besar Panama memberikan pelajaran penting bagi negara-negara yang memiliki banyak sesar aktif, termasuk Indonesia.
“Kita tidak boleh hanya mewaspadai sesar yang sering menghasilkan gempa kecil. Sesar yang selama ini tampak tenang juga perlu mendapat perhatian melalui pemetaan sesar aktif, pemantauan deformasi kerak bumi menggunakan GNSS, serta penelitian paleoseismologi,”ujarnya.
Dia juga menegaskan jika sesar yang tenang belum tentu aman. Tidak adanya gempa kecil bukan jaminan tidak akan terjadi gempa besar.
Dalam perspektif mitigasi, yang harus menjadi perhatian bukan hanya seberapa sering suatu sesar menghasilkan gempa, tetapi juga seberapa besar potensi magnitudo, tingkat guncangan yang mungkin ditimbulkan, serta kerentanan bangunan dan masyarakat di sekitarnya.
Daryono mengatakan secara seismotektonik, gempa ini berkaitan dengan aktivitas deformasi kerak bumi di kawasan tektonik kompleks Panama.
Analisis mekanisme fokus menunjukkan dominasi mekanisme sesar geser (strike-slip fault), yaitu pergerakan dua blok batuan yang saling bergeser secara mendatar akibat akumulasi tegangan tektonik.