Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tabrakan KA Jadi Ujian Pertama BHD

Ahmad Dani , Jurnalis-Jum'at, 28 Januari 2011 |11:22 WIB
Tabrakan KA Jadi Ujian Pertama BHD
Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Langen, Banjar, Jawa Barat menjadi pekerjaan rumah pertama bagi direksi dan komisaris PT KA yang baru. Mengingat, susunan kepengurusan baru tersebut baru dilantik siang kemarin.

Salah satu orang yang masuk dalam susunan kepengurusan sebagai Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KA) adalah mantan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD).

Bambang Hendarso Danuri diangkat menjadi Komisaris Utama PT Kereta Api (PT KA) untuk menggantikan Budhi Muliawan S yang sebelumnya menjabat sebagai caretaker Komisaris Utama PT KA.

Dalam pidatonya, Meneg BUMN Musatafa Abubakar mengatakan alasan pengangkatan mantan orang nomor satu di kepolisian tersebut sebagai Komut PT KA, karena Bambang mempunyai potensi untuk menertibkan kenakalan-kenakalan yang ada di PT KA.

"Kalau mantan kapolri yang pegang, langsung aman itu. Karena, saat ini, kenakalan-kenalan seperti pencurian-pencurian rel kereta api, yang selalu dihadapi. Saya harap Bambang Hendarso Danuri bisa memberikan potensi kerja yang bagus di PT KA," ungkap Mustafa saat itu.

Tapi, baru sehari dilantik, KA Mutiara Selatan jurusan Bandung-Surabaya dengan KA Kuto Jaya Selatan, jurusan Kutoarjo-Bandung "adu banteng". Dugaan sementara dikarenakan ada salah satu masinis yang mengabaikan tanda persinyalan kereta.

Kecelakaan itu sebagai pertanda kenakalan yang disebutkan Mustafa masih terjadi di tubuh perusahaan tertua di negara ini. Bagaimana gebrakan dari BHD? Kita tunggu!

(Ahmad Dani)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement