nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pirate Hunt, Kupas Habis Biodiversitas Laut Indonesia

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Rabu 14 Mei 2014 11:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 05 14 560 984766 kwc5OAS508.jpg Peserta L'Oreal Girls Science Camp (LGSC). (Foto: Faisal Harahap/Okezone)

JAKARTA - Mengagumi kekayaan alam bawah laut sungguh menyenangkan. Lingkungan laut yang beraneka ragam membuat peserta L'Oreal Girls Science Camp (LGSC) bermain Pirate Hunt. Wah apa ya itu?

Permainan ini dinilai mempermudah para peserta LGSC untuk mengetahui kekayaan alam di dasar laut, dengan materi pembekalan biodiversitas laut Indonesia serta penemuan ikan pari.

Peneliti Madya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Oseanografi, Dr. Irma Shita Arliza, M.Si mempresentasikan materi tersebut. Dia memaparkan, biodiversitas laut merupakan keanekaragaman hayati laut yang mencakup ekosistem, spesies dan gen.

"Ada beberapa macam ekosistem, yaitu ekosistem perairan, seperti ekosistem terumbu karang, ekosistem dasar laut, ekosistem pesisir, ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan sebagainya," ujarnya di Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (14/5/2014).

Ekosistem pesisir terdiri dari mangrove yang fungsinya terdiri dari fungsi fisik yaitu garis pantai stabil, abrasi, dan sedimen. Fungsi kimia itu daur ulang seperti O2, penyerap CO2. Sedangkan fungsi biologi itu sumber makanan, pemijahan, dan pelindung.

"Untuk ekosistem namun banyak kegunaannya, apabila dikeringkan bisa digunakan untuk keset, sepatu, dan sandal," ucapnya.

Ekosistem terumbu karang terdiri dari produsen primer, habitat biota, daerah tangkap ikan, laboratorium alam, dan objek wisata bahari.

"Manfaat terumbu karang yakni sumber daya pangan, obat-obatan, kosmetik dan bahan bangunan," ungkapnya.

Irma melanjutkan, untuk kompleks spesies ikan pari di Indonesia sebagai peluang temuan spesies baru. "Ada 500 spesies ikan pari di dunia dan setengahnya ada di Indonesia," tuturnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini