PBB berencana mengirimkan tim dan bantuan ke Vanuatu pada Minggu 15 Maret besok, namun, dengan ditutupnya bandara, masih belum jelas bagaimana mereka mendarat di sana.
Kantor PBB untuk Koordinasi Masalah Kemanusiaan (UNOCHA) menyatakan 44 orang tewas di Provinsi Penama, Vanuatu. Laporan ini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
“Vanuatu adalah lokasi yang sangat rentan karena letaknya yang berada di tengah laut. Ada kemungkinan angka kematian akan tinggi, kami tidak bisa memberikan perkiraan,” kata Kepala Wilayah UNOCHA, Sune Gudnitz di Fiji.
Gudnitz juga melaporkan kecepatan angin yang menghantam Vanuatu berkisar pada 270km/jam, kekuatan angin tersebut sebandng dengan taifu Haiyan yang pernah meluluh lantakkan Filipina pada 2013.
Kerusakan di Papua Nugini dan Kepulauan Solomon saat ini masih dalam pemeriksaan. Satu orang korban tewas telah dilaporkan dari Papua Nugini.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.