"Kita telusuri akhirnya terbongkar. Pemilik kosmetik sudah kita tetapkan sebagai tersangka," tutur Faried di Mapolres Sleman, Rabu (24/6/2015).
Veve, kata Faried, mengaku membuat sendiri kosmetik oplosan dengan bahan bahan kimia berbahaya. Dia mengatakan belajar dari dokter kulit maupun membuka internet untuk mencari sumber infomasi.
"Pengakuannya dibuat sendiri. Jadi kosmetik asli dibeli kemudian dioplos dengang bahan kimia. Selanjutnya dikemas lagi untuk dipasarkan melalui internet," jelasnya.
Belum diketahui secara pasti omset dari penjualan yang dilakukan Veve. Namun, dalam pengakuannya bisnis tersebut sudah berjalan selama enam bulan.
"Omset bisa ratusan juta dalam sebulan. Krim satu set itu ada yang dijual Rp1,2 juta. Rata-rata harga jual diatas Rp300 ribu," jelasnya.