Jenderal bintang satu ini menjelaskan bahwa mobil crane merupakan kerja sama antara Pelindo sengan perusahaan Tiongkok yang diperuntukkan di delapan pelabuhan seperti di Bengkulu, Teluk Bayur, Palembang, Banten, Pontianak, Panjang, Jambi dan Cirebon.
"Barang (mobil crane) itu sudah ada di pelabuhan sejak tahun 2013 lalu tapi sampai sekarang tidak dipakai. Lalu buat apa? untuk itu saat ini sedang kita periksa dokumen-dokumennya serta siapa saja yang terlibat. Proses pemeriksaan ini akan kita lihat apakah benar apa tidak, yang jelas barang ini belum digunakan karena memang tidak dibutuhkan," jelasnya.

Oleh karenanya, penyidik kata dia nantinya akan melakukan pemeriksaan di setiap ruangan yang ada di kantor Pelindo untuk menemukan data-data baru yang berkaitan dengan pengadaan crane tersebut.
"Saya tadi menggeledah ruang Dirut dan ada beberapa dokumen termasuk ada temuan BPK di sana. Untuk saat ini masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan apakah ada hubungan dengan dwelling time dan pejabat siapa saja yang terlibat, masih diperiksa," tutupnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.