Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Buruh Akan Terus Melawan Pemerintah yang Represif

Silviana Dharma , Jurnalis-Kamis, 05 November 2015 |10:01 WIB
Buruh Akan Terus Melawan Pemerintah yang Represif
Pembubaran Demo Buruh (foto: Okezone)
A
A
A

Menurut perwakilan buruh yang berambut gondrong ini, pemerintah sekarang antirakyat. Upah, demokratisasi, jaminan berserikat dan berorganisasi semua ingin dikekang. Jika pemerintah terus bersikap represif, ia memastikan buruh tidak akan segan-segan melancarkan aksi turun ke jalan yang lebih besar dari unjuk rasa pada 15, 28, dan 30 Oktober 2015.

"Saya kira dengan tindakan represivitas, dengan bebalnya Jokowi, itu bukan malah membuat buruh dan rakyat semakin takut tetapi malah membuat kemarahan (massa) yang membesar," tegasnya.

Aksi demo yang terus meningkat dan dikabarkan mengalami puncaknya pada Selasa 10 November, kata Sultoni, menandakan kaum buruh semakin siap dan memperbesar kekuatannya.

"Kalau dia (Jokowi) semakin represif, ya kaum buruh akan lumpuhkan semua industri yang ada. Dan, bisa jadi pemblokadean sampai ke jalan tol, bisa jadi mogok total dan kemudian melakukan sweeping-sweeping begitu," ancamnya.

"Saya kira (pemerintah) jangan coba-coba melakukan tindakan represif karena kaum buruh tidak menutup kemungkinan, jika mereka dilukai, ya mau tidak mau secara manusiawi kami akan bangkit melawan," lanjut Sultoni.

Sementara mengenai pembatasan aksi unjuk rasa di muka umum, Sultoni menanggapi, "Buruh enggak peduli sama Pergub DKI, kami akan terus bergerak secara nasional," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement