"Kita akan terus waspada, bertekad kuat serta bersatu dalam membela demokrasi dan masyarakat terbuka kita," ujarnya.
Ia menambahkan, upaya memerangi garis keras akan menggunakan intelijen, militer dan polisi serta dorongan ideologis untuk membuka masyarakat yang berdasar pada kepercayaan.
Ia juga mengatakan kaum Muslim saat ini memimpin perang terhadap kelompok Negara Islam, yang juga disebut dengan ISIS di Timur Tengah serta Afrika utara karena mereka juga menjadi korban.
"Jadi, ini bukan perang antara dunia Islam dan dunia barat. Ini adalah perang antara pegaris keras, penjahat dan orang-orang yang meyakini nilai dasar kebebasan dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia," katanya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.