Sultan Brunei Ancam Penjarakan Muslim yang Rayakan Natal

Randy Wirayudha, Okezone · Selasa 22 Desember 2015 02:56 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 22 18 1272490 sultan-brunei-ancam-penjarakan-muslim-yang-rayakan-natal-ZcTLGFV7Mj.jpg Penguasai Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah (Foto: Reuters)

BANDAR SERI BEGAWAN – Jika di Indonesia seruan haram untuk para muslim ikut merayakan Hari Natal dilayangkan sebagian ormas Islam, di negara tetangga, Brunei Darussalam lebih menegaskan hal serupa dengan ancaman hukuman penjara.

Penguasa Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah, menitahkan larangan via Kementerian Agaman Brunei, di mana warga muslim Brunei diharamkan untuk merayakan Natal. Jika dilanggar, maka warga Brunei bakal dijatuhi hukuman lima tahun bui.

Sementara untuk warga non-muslim yang merayakan Natal, diperbolehkan menggelar perayaan, hanya di tengah-tengah komunitas non-muslim. Mereka juga dilarang mengundang warga muslim ke perayaan Natal.

“Pelaksanaan aturan ini dimaksudkan untuk mengontrol perayaan Natal yang berlebihan dan terbuka yang bisa merusak akidah di komunitas muslim,” terang Menteri Agama Brunei, Awang Badaruddin, dikutip Daily Mail, Selasa (22/12/2015).

Larangan bagi para warga muslim yang merayakan Natal, meliputi menyalakan lilin, membuat dekorasi Natal, memajang pohon Natal, menyanyikan lagu-lagu Natal, mengenakan pakaian Sinterklas, hingga mengucapkan selamat Natal.

Larangan ini juga didukung para ulama Brunei. “Beberapa orang mungkin berpikir bahwa aturan ini bukan hal penting dan tak semestinya dipermasalahkan,” ungkap pernyataan para ulama Brunei.

“Tapi sebagai muslim, kita harus menjaga iman Islam kita dari pengaruh perayaan agama lain,” tandas pernyataan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini