Waktu tersebut lebih banyak tersita lantaran mengantre saat pemberlakuan sistem melintas bergiliran dan terjebak kemacetan saat melintasi sepanjang jalur Puncak.
"Dari Jakarta ke Puncak sedianya hanya perlu waktu dua jam. Namun, jika musim libur bisa mencapai enam jam lantaran terjebak sistem buka tutup jalan di jalur tersebut," ungkapnya.
Tidak hanya di hari libur, saat hari kerja pun, Jalan Raya Puncak kerap macet sehingga terkadang diberlakukan sistem melintas bergiliran.
Hal tersebut menbuktikan bahwa kapasitas jalur ini sudah tidak mampu lagi menampung serbuan kendaraan yang semakin membludak. "Jangankan hari libur, pas hari biasa saja kadang macet," keluhnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.