SRAGEN - Gunung Tugel merupakan nama sebuah bukit setinggi sekitar 50 meter yang berada di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Kata tugel berasal dari bahasa Jawa yang berarti patah atau terbelah.
Disebut tugel karena pada bagian tengah bukit itu terbelah menjadi dua bagian. Jalan yang membelah Gunung Tugel menjadi dua bagian itu dibangun pada zaman penjajah Belanda. Jalan itu menghubungkan Desa Jambeyan Kecamatan Sambirejo dengan Desa Winong Kecamatan Gondang, Sragen.
Gunung Tugel merupakan ikon Desa Jambeyan. Gunung Tugel memiliki nilai sejarah bagi warga setempat. Gunung Tugel menjadi saksi bisu keuletan dan kegigihan warga pribumi dalam upaya mengusir penjajah Belanda.
“Menurut cerita para orang tua di Desa Jambeyan, Gunung Tugel itu menjadi tempat pelarian yang aman bagi para gerilyawan saat beperang melawan penjajah. Para gerilyawan itu sengaja berlari ke puncak bukit lalu berlindung di balik bukit. Mereka aman di balik bukit karena tembakan meriam pasukan Belanda itu terhalang oleh Gunung Tugel,” kata warga Jambeyan, Sugiyono, dikutip Solopos, Minggu (3/1/2016).
Kawasan Gunung Tugel di sebelah utara dahulu merupakan ladang kopi dan tanaman serat untuk bahan produksi karung. Di dekat pasar yang tak jauh dari lokasi dahulu terdapat pabrik pengolahan kopi.