Kerap Menangis, Bocah Satu Tahun Dianiaya Bunda

Muhammad Bunga Ashab, Koran SI · Sabtu 16 Januari 2016 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 16 340 1289462 kerap-menangis-bocah-satu-tahun-dianiaya-bunda-nshd5DhqDG.jpg Foto: Illustrasi Okezone

SAGULUNG - Juliana (22) warga Kaveling Melati, Kelurahan Seipelungut, tak bisa berbuat apa-apa setelah ditangkap polisi. Pelaku tega menganiaya putranya berinisial AS yang masih berumur satu tahun.

Kapolsek Sagulung, AKP Chrisman Panjaitan mengatakan pelaku diketahui telah menganiaya putranya setelah dikabari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

Dari keterangan saksi-saksi yang diperoleh polisi, Juliana kerap memukul AS karena kesal. AS selalu dipukul gara-gara menangis. Pelaku menganiaya korban dengan cara mencubit, memukul, dan membanting sehingga harus dilarikan warga ke RSUD.

"Dapat informasi penganiayaan dari pihak rumah sakit. Kita koordinasikan supaya warga yang mengantarnya membuat laporan ke kantor polisi," kata Chrisman di Polsek Sagulung, Jumat (15/1/2016).

Crhisman menuturkan penganiayaan diketahui kerap dilaksanakan korban sejak 3 Desember 2015. Chrisman menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Pengawasam Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri. Chrisman menuturkan akibat perbuatan pelaku akan dikenakan pasal 80 UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara lima tahun penjara.

"Kita akan koordinasikan dengan KPPAD. Pelaku terancam hukuman lima tahun penjara," kata Chrisman.

Sementara Juliana hanya diam. Dia tidak mau berkomentar sama sekali. Juliana hanya menyesal dengan tangisan setelah berada di Polsek Batuaji.

Informasinya, selama ini Juliana kerap jadi bahan gunjingan tetangganya. Ketua RT setempat Fulyati mengatakan, dapat kabar dari warga kalau AS sakit akibat dari kekerasan kepada AS.

"Saya dapat kabar dari warga. Dokter mengatakan anaknya luka-luka akibat kekerasan. Saya disarankan dokter untuk melaporkannya ke polisi," kata Fulyati.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini