JAKARTA - Presiden DPP PKS, M Sohibul Iman, membeberkan beberapa pernyataan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah yang dianggap kontroversial, kontraproduktif dan tidak sejalan dengan arahan partai.
Di antaranya ialah: (1) Menyebut ‘rada-rada bloon’ untuk para anggota DPR RI. Pernyataan ini diadukan oleh sebagian anggota DPR RI ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan Fahri Hamzah diputus MKD melakukan pelanggaran kode etik ringan.
"Kedua, mengatasnamakan DPR RI telah sepakat untuk membubarkan KPK," jelas Iman di Jakarta, Senin (4/4/2016).
Ketiga, pasang badan untuk tujuh proyek DPR RI yang mana hal tersebut bukan merupakan arahan pimpinan partai. Iman menambahkan, selanjutnya Wakil Ketua Majelis Syuro (WKMS) juga menyampaikan penegasan tentang apa yang disampaikan KMS.
"Terutama terkait dengan karakteristik mayoritas masyarakat Indonesia yang menjunjung kepatutan, kesantunan, dan kesopanan yang penting diperhatikan oleh pejabat publik, apalagi yang berasal dari partai Islam," bebernya.
Menurutnya, bila dikaitkan dengan dakwah, tentu memahami karakteristik mayoritas masyarakat Indonesia merupakan kunci penting keberhasilan dalam berkomunikasi kepada publik.
Sebagai presiden PKS, Iman juga menyampaikan pendapatnya, yang intinya Fahri Hamzah sebagai pimpinan DPR RI daripada mengangkat gagasan tujuh proyek DPR RI yang berbiaya mahal lebih baik melakukan terobosan-terobosan substantif berupa transformasi struktural (di bidang politik, ekonomi, sosial, dan bidang-bidang lainnya) melalui perbaikan dan pengusulan beragam Rancangan Undang-Undang (RUU) di DPR RI.
"Ini juga sekaligus akan mengangkat reputasi DPR RI dan secara khusus Koalisi Merah Putih (KMP), sebab posisi KMP di DPR RI adalah mayoritas," sambungnya.