Share

Penyebab Banjir Bandang di Air Terjun Dua Warna Harus Diselidiki

Erie Prasetyo, Okezone · Selasa 24 Mei 2016 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 24 340 1396249 penyebab-banjir-bandang-di-air-terjun-dua-warna-harus-diselidiki-qjaVEx74sv.jpg Evakuasi Banjir Bandang Air Terjun Dua Warna (foto: Antara)

MEDAN - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sutrino Pangaribuan mendesak Pemerintah Provinsi dan Polda Sumut menyelidiki penyebab banjir bandang di air terjun Dua Warna, Sibolangit yang menewaskan 21 orang.

Menurutnya, banjir bandang terjadi diduga akibat illegal logging (pembalakan liar) di hulu sungai Air Terjun Dua Warna.

Adanya dugaan tersebut terlihat dari banyak gelondongan kayu besar yang terbawa arus saat peristiwa banjir bandang yang merenggut 21 korban jiwa di kawasan Air Terjun Dua Warna.

(Baca Juga: Polisi Selidiki Pembalakan Liar di Hulu Air Terjun Dua Warna)

“Polda dan Pemprov Sumut harus segera selidiki dugaan illegal logging di kawasan Sibolangit. Di lokasi kejadian terlihat banyak gelondongan kayu. Mungkin, ada praktik illegal logging, sehingga saat hujan deras turun kurang pohon penyerap air di hulu sungai, lalu terjadi banjir bandang,” ujar Sutrisno di Gedung DPRD Sumut, Medan, Selasa (24/5/2016).

Dia juga mengatakan, aparat hukum harus bertindak cepat mengusut adanya indikasi praktik illegal logging di kawasan Sibolangit.

“Bencana alam seperti itu bisa kita antisipasi dengan menjaga kelestarian hutan. Aparat penegak hukum harus segera menyelidiki dugaan illegal logging di sana," tegas Sutrisno.

Sebelumnya, banjir bandang terjadi di lokasi wisata Air Terjun Dua Warna, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara pada Minggu 15 Mei. Akibat bencana tersebut 20 orang ditemukan dengan kondisi meninggal dunia, sedangkan satu orang masih dicari Tim SAR.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini