Prajurit AS di Okinawa Kembali Terlibat Kriminal

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 27 Juni 2016 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 27 18 1426128 prajurit-as-di-okinawa-kembali-terlibat-kriminal-oRr3I9ukah.jpg Bendera Jepang dan Amerika Serikat di Pangkalan Ginowan, Okinawa (Foto: Tim Kelly/Reuters)

OKINAWA โ€“ Seorang prajurit Pangkalan Udara Amerika Serikat (AS) di Okinawa, Jepang, ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk pada Minggu 26 Juni 2016. Penangkapan ini terjadi setelah sepekan sebelumnya puluhan ribu warga lokal memprotes sejumlah aksi kriminal di tengah kehadiran militer Negeri Paman Sam di kepulauan tersebut.

(Baca juga: Puluhan Ribu Warga Jepang Tolak Kehadiran Militer AS)

Padahal, personel militer AS beserta karyawan di Pangkalan Udara Kadena tengah diwajibkan mematuhi aturan pembatasan menenggak alkohol. Pembatasan diberlakukan setelah sejumlah kasus pemerkosaan dan pembunuhan dilakukan pegawai dan tentara AS di pangkalan tersebut.

(Baca juga: Prajurit AS Dilarang Menenggak Alkohol di Jepang)

Seperti dimuat Telegraph, Senin (27/6/2016), karyawan berusia 24 tahun itu ditangkap setelah gagal berhenti di sebuah perempatan sehingga menabrak pengendara lainnya. Beruntung, keduanya tidak mengalami cedera. Juru bicara kepolisian lokal mengatakan, hasil tes menunjukkan kadar alkohol Yankees โ€“orang ASโ€“ itu empat kali lipat di atas batas toleransi.

Para pengunjuk rasa yang melakukan aksinya pada Minggu 19 Juni 2016 membawa sejumlah data yang mencengangkan. Disebutkan, sejak kehadiran militer AS di Okinawa pada 1972, terdapat 5.800 kasus kriminal yang dilakukan oleh personel militer. Kehadiran militer AS di Okinawa sendiri merupakan bagian dari perjanjian damai pasca-Perang Dunia II.

(Baca juga: Militer AS Lakukan 5.800 Kasus Kriminal di Okinawa)

Pada pengujung Mei 2016, mantan marinir AS Kenneth Franklin Shinzato ditangkap di Okinawa karena dicurigai terlibat dalam pembunuhan seorang gadis lokal berusia 20 tahun di dekat Pangkalan Udara Kadena. Korban bernama Rina Shimabukuro dilaporkan hilang sejak 28 April dan jenazahnya ditemukan di sebuah hutan. Franklin mengakui telah memerkosa dan membunuhnya.

Pada awal Juni 2016, seorang pekerja perempuan di Pangkalan Udara Kadena menabrak dua warga lokal hingga terluka. Pelaku diduga mengendarai mobil dalam keadaan mabuk hingga menabrak dua korban tersebut.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini