nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosok Trump di Mata Putra-putrinya

Silviana Dharma, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2016 16:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 07 20 18 1442421 sosok-trump-di-mata-putra-putrinya-kG8PTTWs95.JPEG Putra-Putri Donald Trump rayakan nominasi ayahnya. (Foto: Carolyn Kaster/AP)

TERLEPAS dari segala ucapan rasis dan menyinggung, serta citra negatif yang terlihat di muka umum, Donald John Trump faktanya merupakan sosok yang mengagumkan di mata putra-putrinya. Hubungan mereka tidak hanya sebatas ayah-anak, tetapi selalu terasa lebih dari itu.

Sebagaimana diketahui, miliarder Amerika Serikat yang terkenal kontroversial itu pernah menikah tiga kali. Istri pertamanya, Ivana Zelníčková adalah seorang model kelahiran Republik Ceko. Pernikahan yang bertahan selama 14 tahun tersebut menghasilkan tiga orang anak, antara lain Donald Trump Junior (38), Ivanka Trump (34), dan Eric Trump (32).

Dua tahun bercerai dari Ivana, Trump menikah lagi dengan seorang aktris cantik AS Marla Ann Maples. Pernikahannya tersebut hanya bertahan enam tahun. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai seorang putri bernama Tiffany Trump (22).

Istri ketiga, yang digadang-gadang akan menjadi ibu negara selanjutnya itu, Melania Knauss dinikahi Trump pada 2005. Putra bungsu mereka, yakni Barron Trump lahir setahun kemudian. Oleh karena usianya yang masih sangat muda, dia dijauhkan dari ingar-bingar media massa.

Secara keseluruhan, Trump telah membangun keluarga besar yang terdiri dari lima orang anak dan delapan orang cucu. Meski begitu, keluarganya tampak begitu harmonis dan saling mendukung satu sama lain.

Kekompakkan anak-anak Trump dapat terlihat di Cleveland, Ohio semalam. Mulai dari putra sulung hingga si putri bungsu, keempatnya bersama-sama menunggu hasil konvensi. Ketika diumumkan bahwa ayahnya resmi dicalonkan, mereka sontak berangkulan, bersorak dan menyelamati sang ayah. Kebahagiaan begitu jelas terpancar di wajah mereka.

“Suatu kehormatan bagi saya untuk melihat Donald Trump berada di puncak. Dia telah menyingkirkan 89 delegasi lainnya. Selamat, Yah. Kami mencintaimu,” kata putra sulungnya Donald Trump Jr, sebagaimana dikutip dari Express, Rabu (20/7/2016).

Bagi Trump Junior, pria kelahiran 14 Juni 1946 itu adalah mentor, sahabat, sekaligus ayah yang membanggakan. Dia mengingat sosok itu sebagai seorang motivator, penyemangat, dan pastinya akan mampu menjadi pemimpin yang baik, tidak hanya di rumah tetapi juga untuk negaranya.

“Bagi ayah saya, kemustahilan hanyalah permulaan. Karunia sejati yang dimilikinya sebagai seorang pemimpin adalah dia mampu melihat potensi dalam diri orang-orang, yang bahkan tidak dapat dikenali oleh diri mereka sendiri,” puji Trump muda yang mengikuti jejak ayahnya menjadi pebisnis andal, seperti dilansir ABC News.


Fakta tersembunyi lain yang dimiliki Trump juga diungkap oleh Ivanka. Pengusaha cantik yang selama ini begitu setia mendampingi ayahnya dan menjadi penasihat kampanye Trump. Dalam satu kalimat singkat, putri sulung Trump mendeskripsikan ayahnya sebagai ‘pembawa pesan rakyat’.

“Dia bak penyambung lidah rakyat. Dia adalah wakil rakyat. Satu-satunya penyaring (aspirasi rakyat) adalah dirinya sendiri. Dia bicara dengan hati dan pikirannya,” terang Ivanka dalam wawancara eksklusif dengan ABC News.

Mengenai kecaman keras ayahnya pada orang Muslim dan imigran, Ivanka pun menampiknya dengan mengatakan, “(Saya rasa, rakyat) Amerika (Serikat) luar biasa cerdas dan tidak akan mudah termanipulasi.”

Sementara itu, berdiri di tengah-tengah Ivanka dan Tiffany, Eric Trump tak pernah berhenti tersenyum ketika mendengar ayahnya resmi dicalonkan bersama Gubernur Indiana Mike Pence pada pilpres 8 November 2016.

“Dia berada di puncak. Dia yang terbaik dan melakukannya bersama-sama kami sebagai keluarga, ini benar-benar jadi hari yang menakjubkan. Maksud saya, dia jadi capres AS mewakili Republik, saya merasa sangat luar biasa. Saya yakin dia akan melakukan yang terbaik untuk negaranya,” kata pria yang baru mengecap manisnya berumah tangga pada 2014 tersebut, demikian yang diwartakan ABC.

Walaupun sebelumnya Donald Trump dinilai sebagai orang yang memecah belah partai, Eric justru meyakini ayahnya adalah figur yang berkemampuan untuk menyatukan Republik.

Sanjungan lain datang dari putri bungsunya yang baru saja lulus dari Universitas Pennsylvania. Tiffany Trump memandang pria berdarah Skotlandia itu adalah orang yang bernyali besar, pantang menyerah, dan sejatinya selalu menularkan kebaikan.

Tiffany ingat, semasa kecil ayahnya tidak pernah marah, bahkan ketika dia menunjukkan hasil rapor sekolahnya yang jelek.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini