Nah, mengenai hal di atas, Presiden Obama mengungkapkan bahwa ini bukan hanya ‘kerjaan’ sang hacker Rusia pribadi. Namun juga ada kemungkinan keterlibatan pemerintah Rusia di dalamnya, untuk mempengaruhi dan merecoki Pilpres AS.
“Semuanya mungkin (soal rumor keterlibatan pemerintah Rusia). Saya tahu bahwa sejumlah pakar mengaitkan hal ini dengan (pemerintah) Rusia,” tutur Obama kepada NBC News, dikutip Telegraph, Rabu (27/7/2016).
“Yang kami ketahui adalah, ada orang Rusia yang meretas sistem kita. Tidak hanya sistem pemerintah, tapi juga sistem (sektor) swasta,” tambahnya.
Obama juga bahkan mengaitkannya dengan Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump yang diketahui mengagumi sosok Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“Terkait motif kebocoran ini, saya tidak bisa mengatakannya secara langsung. Yang kita tahu adalah, Donald Trump berulang kali menyatakan kekagumannya pada Vladimir Putin. Saya pikir Trump juga mendapat keuntungan dari dukungan di Rusia,” tandas Obama.
(Randy Wirayudha)