WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, turut angkat bicara soal kebocoran sekira 19 ribu email atau surat elektronik (surel) Komite Konvensi Nasional Partai Demokrat atau DNC (Democratic National Comittee)
Kebocoran sural yang menunjukkan kecenderungan komite untuk memfavoritkan Hillary Clinton sebagai Calon Presiden (Capres) AS berikutnya dari Demokrat, ketimbang rival Hillary – Bernie Sanders.
Berawal dari kebocoran di WikiLeaks, Biro Investigasi Federal AS (FBI) mendapati informasi bahwa data-data WikiLeaks itu berasal dari seorang hacker (peretas) asal Rusia.
Kebocoran itu berujung pada mundurnya Ketua Komite Konvensi Partai Demokrat, Debbie Wasserman Schultz, kendati pada akhirnya di Selasa, 26 Juli 2016 malam (Rabu pagi WIB), Hillary tetap dinobatkan sebagai Capres Partai Demokrat yang resmi untuk melaju ke Pilpres AS, 8 November 2016 mendatang.