Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seren Taun, Upacara Adat Warisan Budaya Leluhur dari Banten Kidul

Iqbal Multatuli , Jurnalis-Minggu, 28 Agustus 2016 |16:14 WIB
Seren Taun, Upacara Adat Warisan Budaya Leluhur dari Banten Kidul
Upacara adat Seren Taun yang setiap tahun digelar masyarakat Banten Kidul (foto: Iqbal/Okezone)
A
A
A

LEBAK - Masyarakat adat Cisungsang menggelar puncak perayaan Seren Taun yang dilaksanakan setahun sekali sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Seren Taun merupakan penamaan untuk melaksanakan ritual tahunan yang kurang lebih berarti 'menyimpan padi di lumbung'. Seren Taun dilakukan oleh masyarakat yang disebut sebagai Kasepuhan Cisungsang.

Dinamakan Kasepuhan lantaran Seren Taun dilakukan oleh 4 desa yang menjadi satu kesatuan adat yakni Desa Cicarucub, Bayah, Citorek, dan Cipta Gelar. Cisungsang memiliki wilayah kurang lebih 2.800 kilometer persegi dan terletak di kaki Gunung Halimun.

Ritual adat ini dipusatkan di Desa Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten dengan jarak tempuh dari pusat Ibu Kota Provinsi Banten memakan waktu sekira 5 jam perjalanan. Tepatnya di Imah Gede yang merupakan rumah Kepala Adat Cisungsang, Abah Usep Suyatma.

Kawasan Cisungsang disebut sebagai masyarakat adat karena dipimpin oleh Kepala Adat, dimana, proses pemilihannya melalui wangsit dari karuhun. Pergantian kepala adat itu sudah berlangsung 4 generasi. Pertama Embah Buyut, kedua Uyut Sakrim, generasi ketiga dipimpin oleh Oot Sardani dan kepala adat saat ini yaitu Abah Usep.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement