“Kami ingin menyampaikan ke Puspen TNI bahwa jurnalis tidak bisa dibeli walau dengan embel-embel lomba foto dan video berhadiah. Bagi kami yang terpenting adalah penanganan kasus ini untuk dapat segera dituntaskan dan pelakunya diseret ke peradilan militer serta komandannya juga harus bertanggung jawab,” pungkas Agoez.
Ketua PFI Pusat, Lucky Pransiska dalam surat pernyataan sikapnya juga meminta anggotanya memboikot lomba digelar Puspen TNI, sebagai bentuk solidaritas kepada wartawan yang mengalami kekerasan oleh TNI AU.
“Meminta anggota PFI yang berada di seluruh wilayah Indonesia untuk tidak ikut berpartisipasi mengikuti lomba foto dan video yang diselenggarakan oleh Puspen TNI dalam rangka HUT Ke-71 TNI 2016,” tulisnya.
Pengurus Daerah IJTI Sumut, Budiman Amin Tanjung, juga telah mengimbau seluruh anggotanya untuk tidak berpartisipasi dalam lomba foto dan video HUT ke-71 TNI.