nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Mesir Puji Trump, Ragukan Hillary

Silviana Dharma, Jurnalis · Kamis 22 September 2016 11:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 22 18 1495731 presiden-mesir-puji-trump-ragukan-hillary-JYr52kq0Nu.jpg Presiden Mesir puji gaya kepemimpinan Trump. (Foto: Breitbart)

NEW YORK – Setelah bertemu muka dengan Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fatah al Sisi tidak ragu lagi. Dia melihat, calon presiden Amerika Serikat (AS) usungan Partai Republik tersebut akan menjadi pemimpin yang kuat.

Sisi memuji gaya kepemimpinan juragan real estate tersebut saat diwawancarai oleh kantor berita AS, CNN, soal usulan Trump untuk melarang umat Islam masuk AS. Meski terbilang kontroversial, presiden keenam Mesir itu nyatanya memiliki sudut pandang yang berbeda.

“Amerika Serikat memiliki prosedur umum keamanan yang sangat ketat. Berlaku untuk semua orang yang mengunjungi negaranya, tempat yang memang telah berlangsung damai selama beberapa tahun,” terangnya, seperti dilansir dari Al Araby, Kamis (22/9/2016).

Ia menambahkan, “Penting juga untuk mengetahui, selama kampanye pemilihan presiden banyak pernyataan yang dibuat dan dilontarkan. Walau begitu, setelahnya memerintah negara tentu dijalankan dengan berbeda. Banyak faktor yang akan memengaruhi (cara memimpin negara).“

Tanggapan positif juga dinyatakan oleh Anggota Parlemen Komite Luar Negeri Mesir, Ahmed Gad. Kepada Breitbart, dia mengungkap 90 persen rakyat Mesir lebih menyukai Trump jadi presiden AS daripada harus membayangkan Hillary Clinton yang memimpin.

“Trump jelas tidak akan bersekutu dengan Ikhwanul Muslimin, kelompok bersenjata yang menggencarkan serangan di Mesir. Kami menyaksikan kekejaman mereka setiap hari, jadi kami tahu betul mereka adalah teroris dan kami ingin membangun rezim demokratis,” ujarnya.

Selain berdiskusi dengan Trump, Sisi juga memanfaatkan kunjungannya ke Sidang Majelis Umum PBB ke-71 di New York dengan melakukan pertemuan bilateral dengan capres AS dari Partai Demokrat. Ketika ditanyai pendapatnya soal mantan ibu negara tersebut, Sisi malah membahas keditaktoran dan kualitas kepemimpinan.

“Di Mesir, tidak akan ada lagi kesempatan untuk seorang diktator karena di Mesir sudah ada konstitusi (yang mengatur soal itu). Ada hukum dan ada keinginan kuat dari rakyat untuk menolak pemimpin yang ingin mempertahankan jabatannya lebih lama dari masa empat tahun yang ditentukan,” tukasnya.

Hasil gambar untuk Hillary met Sisi

Pria kelahiran Kairo itu melanjutkan, “Partai politik di AS tidak akan membiarkan kandidatnya sampai ke tingkat tersebut (menang pilpres) jika bukan karena mereka memang memiliki kualifikasi untuk memimpin negara sebesar Amerika Serikat.”

Dalam pertemuan dengan Presiden Sisi di New York, Hillary mengangkat isu HAM dan penegakan hukum untuk menunjang masa depan Mesir. Sementara Trump lebih bermaksud untuk berkenalan dan mempererat hubungan pertemanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini