nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kilas Balik Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Yuyun

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 29 September 2016 13:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 09 29 340 1501669 kilas-balik-kasus-pemerkosaan-dan-pembunuhan-yuyun-hYHt4UH38e.jpg Lima terdakwa mengikuti sidang kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun di PN Curup (Demon/Okezone)

BENGKULU - Enam terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun, siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Rejang Lebong, Bengkulu, akan divonis hari ini di Pengadilan Negeri Curup. Satu di antaranya masih anak-anak.

Keenam terdakwa menjalani sidang jilid ke II kasus pemerkosaan. Sebelumnya pada 10 Mei 2016, majelis hakim telah mengadili tujuh dari 14 pemerkosa dan pembunuh Yuyun. Mereka akhirnya dihukuman 10 tahun penjara. Hukuman tambahan adalah dikenakan pelatihan kerja selama enam bulan, karena para terpidana masih anak-anak. Mereka berinisial, AL, SL, FS, EK, SU, DE, dan DH, kinidibina di Lapas Bentiring, Kota Bengkulu.

Sidang perdana pembacaan dakwaan keenam terdakwa berlangsung pada Kamis 4 Agustus 2016. Sidang itu digelar terpisah untuk terdakwa berinisial Ja (13) dan tertutup. Lima terdakwa dewasa yakni Zainal alias Bos, Tomi Wijaya alias Tomi, Mas Bobi alias Bobi, M Suket, dan Faizal Eldo Syaisah disidang bersamaan.

Saat itu Ketua Majelis Hakim Heny Faridha, berikut hakim anggota Hendry Sumardi dan Fakhrudin mendakwa mereka melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 KUHP, Pasal 80 Ayat 3 dan Pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sementara terdakwa Ja dikenakan Pasal 80 Ayat (3) dan Pasal 81 Ayat (1) junto Pasal 76 huruf d UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 66 KUHP. Para terdakwa tak mengajukan esepsi atau keberatan.

Pada Kamis 11 Agustus 2016, sidang perkara pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun kembali digelar di PN Curup. Kali ini sidang beragendakan mendengarkan kesaksian terpidana anak yang telah divonis dan menjalani hukuman di Lapas Bentiring, Kota Bengkulu, yakni AL, SL, FS, EK, SU, DE, dan DH.

Dua warga sipil, orangtua Yuyun, Ya dan Yn. serta dua anggota Polsek Padang Ulak Tanding ikut memberikan kesaksian.

Kedua orangtua Yuyun memberikan kesaksian saat penemuan jenazah Yuyun sambil terisak. Mendengar kesaksian ibu korban, jaksa penuntut umum (JPU) Novi Alya Adam pun ikut menangis di sidang, sehingga majelis hakim mensekor sesaat persidangan.

Darwan, penemu pertama kali jenazah Yuyun ikut bersaksi juga saat itu. Majelis sempat mencecar mereka dengan 20 pertanyaan. Bahkan, dalam sidang itu majelis hakim sempat menunjukkan barang bukti milik korban saat ditemukan seperti, pakaian, celana dan lainnya.

''Saat sidang keterangan saksi terdawak anak semua pertanyaan dijawab semua oleh saksi. Keterangan saksi tidak ada disangkal oleh terdakwa,'' ujar pendamping keluarga Yuyun dari Harapan Perempuan, Women's Crisis Center (WCC), Rejang Lebong, Suhartini.

Ibu Yuyun berinisial Ya sempat mengamuk di ruang sidang usai memberikan kesaksian di depan majelis hakim. Ia emosi dengan para terdakwa yang telah memperkosa dan membunuh anaknya. Ya langsung dikeluarkan dari ruang sidang saat itu.

Sidang kembali digelar pada Senin 29 Agustus 2016, agendanya tuntutan terdhadap enam terdakwa pemerkosa dan pembunuh Yuyun. Sidang ini dituna hingga 8 September karena rencana tuntutan yang sebelumnya telah dikirim ke Kejaksaan Agung (Kejagung) belum diterima Kejari Curup.

Dalam sidang tuntutan terdakwa Zainal alias Bos dituntut hukuman mati karena ia dianggap otak sekaligus pemerkosa dan pembunuh utama Yuyun pada awal April 2016. Sementara empat terdakwa lainnya, Tomi Wijaya alias Tomi, Mas Bobi alias Bobi, M Suket dan Faizal Eldo Syaisah dituntut hukuman 20 tahun kurungan. Kelima terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 340 KUHP juga Pasal 80 Ayat (3) dan Pasal 81 Ayat (1) junto Pasal 76 huruf d UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

''Terdakwa Bos, sebagai pelaku utama yang menyuruh, menggerakkan untuk terdakwa lainnya dalam tidakan pertama pemerkosaan. Kemudian Bos juga sebagai eksekutor dalam pembunuhan Yuyun. Peran empat dewasa pemerkosa Yuyun dan Bos berbeda. Jadi, keempat terdakwa dituntut hukuman 20 tahun kurungan,'' kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Curup, Dodi Wiraadmaja.

 

Pada hari yang sama, Ja (13) ditunda penuntutannya karena rentut yang dikirim ke Kejaksaan Agung (Kejagung) belum juga diterima Kejaksaan Negeri Curup. Rentut dalam perkara ini, memang mesti menunggu dari Kejagung, untuk mengendalikan perkara agar tidak terjadi disparitas tuntutan yang terlalu mencolok terhadap para terdakwa yang perannya berbeda. Selain itu, jenis perkara Yuyun menarik perhatian publik.

Pada 15 September lalu, Ja akhirnya divonis dengan hukuman pembinaan selama setahun di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP), Bambu Apus Cipayung, Jakarta Timur.

Pada hari yang sama, empat dari lima terdakwa pemerkosa dan pembunuh Yuyun mengajukan pledoi ke majelis hakim. Mereka meminta dihukum mati. Terdakwa Tomi Wijaya alias Tomi, Mas Bobi alias Bobi, M Suket dan Faizal Eldo Syaisah, mengaku menyesali perbuatannya. Permintaan itu juga mengingat satu rekannya yakni Zainal alias Bos juga sudah dituntut mati, sehingga mereka harus mati bersama.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini