nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Tuduh Google Sembunyikan Berita Skandal Surel Hillary

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 31 Oktober 2016 11:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 10 31 18 1528640 trump-tuduh-google-sembunyikan-berita-skandal-surel-hillary-0iMjkciRjM.jpg Kandidat Presiden AS Donald Trump menuduh Google menyembunyikan berita skandal surel Hillary (Foto: Carlo Allegri/Reuters)

WASHINGTON – Skandal surat elektronik (surel) Hillary Clinton mendominasi pemberitaan sepanjang akhir pekan ini, terutama sejak pengumuman temuan bukti baru oleh Direktur FBI James Comey. Namun, rival Hillary dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016, Donald Trump, merasa tidak puas.

Kandidat asal Partai Republik itu menuduh sejumlah media sosial dan mesin pencarian Google menutup-nutupi skandal surel Hillary. Trump menyebut media-media tersebut tidak jujur sehingga membuatnya marah.

“Wow, Twitter, Google, dan Facebook mengubur investigasi kriminal FBI tentang Hillary Clinton,” cuit pria asal New York itu melalui akun Twitter-nya, mengutip dari Daily Mail, Senin (31/10/2016). Tuduhan Trump tersebut tampaknya ditujukan ke trending topic Twitter dan Facebook serta top story milik Google News.

Tuduhan Trump itu muncul setelah muncul video yang dibuat SourceFed. Google disebut mengubah hasil dari setiap rekomendasi pencarian untuk menyembunyikan cerita negatif dari kandidat asal Partai Demokrat tersebut. Dalam video itu, jika diketik kata kunci ‘Hillary Clinton cri’ maka yang muncul adalah kata-kata ‘crime reform’, ‘crisis’, dan ‘Crime Bill 1994’.

Biro Investigasi Federal (FBI) baru saja mendapat izin untuk meninjau ulang 650 ribu surel milik Hillary Clinton yang diperoleh dari laptop milik Huma Abedin dan Anthony Weiner. Politikus asal Partai Demokrat, Harry Reid, menuduh James Comey dan FBI melakukan pelanggaran hukum.

Sesuai Undang-Undang Hatch 1939, pejabat pemerintah dilarang menggunakan posisinya untuk memengaruhi Pilpres AS. Tak pelak, Comey dan FBI dianggap memiliki standar ganda dan cenderung membantu salah satu partai di atas partai lainnya.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini