nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Pembunuhan Kakak Tiri Kim Jong-un

Silviana Dharma, Jurnalis · Jum'at 17 Februari 2017 14:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 02 17 18 1621086 kronologi-pembunuhan-kakak-tiri-kim-jong-un-djNJIQduuO.jpg Kim Jong-nam saat di Makau. (Foto: Telegraph)

KUALA LUMPUR – Penyelidikan terhadap kematian Kim Jong-nam yang dikenal sebagai kakak tiri Presiden Korea Utara Kim Jong-un terus bergulir. Pemeriksaan post-mortem sudah dijalankan, tetapi hingga sekarang pihak rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia, belum juga menyiarkannya ke publik.

Kim Jong-nam sejak kecil hidup dalam pengasingan. Ketika adiknya, Kim Jong-un naik takhta, dia pun kabur ke Malaysia dan bersembunyi di sana. Meskipun disebut bersembunyi, pria 46 tahun itu menjalankan gaya hidup mewah dan terbuka. Dia bebas berkeliaran di dalam maupun ke luar negeri.

Pada hari kematiannya, Senin 13 Februari 2017, Jong-nam memakai nama samaran Kim Chol di paspor palsunya. Ia hendak terbang ke Makau Bandara Internasional Kuala Lumpur. Rekaman CCTV di terminal dua memperlihatkan Jong-nam sedang mengantre di depan mesin pendaftaran (check-in).

Tiba-tiba, seorang perempuan muda berambut pendek mendekatinya dari belakang. Perempuan yang belakangan teridentifikasi sebagai warga Vietnam, Doan Thi Huong itu tampak mengenakan baju putih bertuliskan LOL dipadu rok pendek dan celana ketat berwarna pink.

Berdasarkan ulasan Mirror, Jumat (17/2/2017), Huong ini diyakini bertugas sebagai pengalih perhatian. Sementara pembunuh sebenarnya yang diduga agen bayaran Korut adalah seorang pria. Pelaku menyamar jadi perempuan dan dengan cepat membekap korban dengan sapu tangan atau kain yang sudah dicampur racun (risin).

Risin adalah senyawa kimia beracun yang lebih mematikan daripada sianida. Racun ini bisa menimbulkan kelumpuhan otot, kesulitan bernapas, sesak napas dan kematian. Mirip dengan risin, ada racun tetrodotoksin yang terkandung dalam hati ikan buntal. Dampaknya bisa 1.200 kali lebih mematikan daripada racun sianida.

Pembekapan dengan kain sendiri masih teori, karena polisi belum menemukan bukti kuatnya. Di sisi lain, CCTV bandara merekam ketika Huong menyemprotkan cairan ke muka korban.

Kaget dengan aksi perempuan tak dikenal itu, Jong-nam segera lari ke kamar mandi. Kemungkinan untuk mencuci wajahnya. Tak lama, dia keluar dan sambil mengerjap-ngerjapkan mata berjalan ke arah meja informasi, meminta bantuan.

“Matanya ditutup dan ia tampak meringis kesakitan,” kata saksi mata kepada polisi. Pihak bandara kemudian memanggil ambulans. Jong-nam dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun meninggal sebelum sampai.

Dilaporkan, tekanan darah Jong-nam meninggi ketika dia meninggal. Guna memastikan penyebab kematiannya, otoritas Malaysia memerintahkan otopsi. Selain itu, air seni dan darahnya diambil sebagai sampel. Lalu dibawa ke laboratorium untuk dianalisa. Penelitian ini bisa memakan waktu sepekan.

Sedikitnya tiga orang telah ditangkap sebagai terduga pelaku pembunuhan Kim Jong-nam di bandara internasional Malaysia. Selain Doan Thi Huong, polisi juga menahan seorang perempuan WNI bernama Siti Aisyah dan pacarnya berkewarganegaraan Malaysia, yang bekerja sebagai supir taksi saat kejadian.

Kepada polisi, Doan mengaku hanya ingin berlibur di Malaysia. Kemudian dia ditinggal oleh kawan-kawannya yang terdiri dari empat pria dan seorang perempuan. Polisi Malaysia saat ini masih memburu tiga pria yang dimaksud.

Saat melihat Jong-nam, dia iseng dan melemparkan sesuatu ke wajahnya. Dia meyakinkan, leluconnya itu sama sekali tidak berbahaya apalagi mematikan.

Spekulasi pun terus bergulir di sekitar kasus pembunuhan Kim Jong-nam. Setahun sebelum kematiannya, seorang warga negara Korut ditangkap karena membawa pena yang ternyata senjata.

Itulah mengapa beredar berita kalau Jong-nam disuntik dengan jarum beracun. Sebab dia sempat ambruk ke lantai seperti tertekan. Namun ahli forensik mengungkap, tidak ada tanda-tanda luka baru sedikit pun pada bagian luar tubuh korban. Teori jarum suntik beracun itu pun pupus.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini