Puncaknya, KH Noer Ali memutuskan mundur sebagai Ketua Laskar Rakyat Bekasi sebelum terjadi konflik antara TRI dan LRDR. KH Noer Ali tak setuju ketika LRDR memprakarsai Persatuan Perjuangan (PP) dan ingin menarik Laskar Rakyat Bekasi ke dalamnya.
“Apa yang saya takutkan terjadi. Pertempuran antara TRI dengan LRDR di Karawang dan Tambun,” cetus KH Noer Ali dalam buku ‘KH Noer Ali: Kemandirian Ulama Pejuang’ karya Ali Anwar.
KH Noer Ali sendiri saat friksi TRI vs laskar bergulir, memilih “menyingkir” dan justru ingin mengefektifkan Batalyon III Hisbullah. KH Noer Ali menyatukan perjuangannya bersama Batalyon III Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pimpinan M Hasibuan.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.