"Kami enggak tau alasannya. Yang jelas mereka jamaah bertiga di ruangan kami belum tahu alasannya," paparnya.
Selama di lapas, ketiga napi kasus terorisme ini menurut Muchtar belum memiliki catatan negatif. "Tidak ada. Kalau salat (salat wajib) jamaah kadang di masjid ini mereka gabung juga," katanya.
Sementara itu, Kasubsi Kemanaan sekaligus pamong untuk kasus teroris Lapas Klas II Mataram, Gazali menjelaskan pendekatan terus dilakukan kepada napi terorisme ini agar mereka mau membuka diri dan selanjutnya dilakukan program kontra radikalisme khusus dari BNPT.
"Mereka biasa berinteraksi dengan napi lainnya yang beragama lain juga seperti Kristen, Hindu. Saya sudah tanyakan bagaimana menurut anda soal warga binaan di luar Muslim. Kata mereka biasa saja dengan warga binaan lainnya. Kami juga sering berkomunikasi dengan mereka," katanya.