Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Misterius, Satu Batalion Inggris Hilang Tanpa Jejak saat Perang Dunia I

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Senin, 07 Agustus 2017 |08:07 WIB
OKEZONE STORY: Misterius, Satu Batalion Inggris Hilang Tanpa Jejak saat Perang Dunia I
Ilustrasi: Batalion Norfolk saat menginjakkan kaki di Semenanjung Galipoli pada 1915. (Foto: Vintage News)
A
A
A

Hanya berselang dua hari sejak tiba di Gallipoli, The Norfolk mendapat perintah untuk meluncurkan serangan melawan Turki. Ternyata, perintah tersebut akhirnya terbukti menjadi keputusan buruk dalam segala hal.

Pasalnya, banyak anggota resimen dalam kondisi kesehatan menurun akibat mabuk laut, kekurangan tidur, amplitudo cuaca yang amat tinggi hingga perubahan iklim di Semenanjung Gallipoli. Banyak di antara mereka menderita disentri. Belum lagi semangat yang secara umum juga rendah.

Kondisi itu diperburuk dengan minimnya suplai logistik, peta yang tidak akurat, kurangnya stok air bersih. Di tengah semua hal tersebut, The Norfolk diperintahkan menyerang tentara Turki di siang bolong, di tanah mereka sendiri. Demikian disitat dari Vintage News, Senin (7/8/2017).

Seperti belum cukup menderita, para prajurit Norfolk ini juga dilanda kebingungan. Sebagian dari mereka berpikir bahwa target misi adalah menyerang Desa Anafarta Saga, sementara sebagian lainnya mempercayai mereka hanya perlu membersihkan jalurnya.

Anggota The Norfolk pun langsung berbuat kesalahan hingga terpisah dari Brigade 163 karena berbelok ke arah yang tidak tepat. Meski menyadari kekeliruan itu, mereka tetap melanjutkan perjalanan menuju Kavak Tepe tanpa bala bantuan. Mereka pun bertemu hujan peluru dari senapan mesin dan para penembak jitu. Meski demikian, di bawah komando Colonel Beauchamp, resimen ini berhasil memukul Tentara Turki ke hutan dengan berondongan artileri Mereka lalu membakar hutan tersebut. Itulah saat terakhir orang melihat resimen The Norfolk.

Batalion tersebut tidak pernah keluar dari hutan, tidak seorang pun kembali untuk menceritakan apa yang terjadi. Bahkan, tidak ada mayat yang ditemukan di medan pertempuran tersebut. Mereka menghilang begitu saja dari muka bumi. Komandan tertinggi Inggris di Gallipoli, Jeneral Sir Ian Hamilton, juga sama bingungnya dengan semua orang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement