Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Misterius, Satu Batalion Inggris Hilang Tanpa Jejak saat Perang Dunia I

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Senin, 07 Agustus 2017 |08:07 WIB
OKEZONE STORY: Misterius, Satu Batalion Inggris Hilang Tanpa Jejak saat Perang Dunia I
Ilustrasi: Batalion Norfolk saat menginjakkan kaki di Semenanjung Galipoli pada 1915. (Foto: Vintage News)
A
A
A

Insiden ini amat aneh. Terutama karena tidak ada satu orang pun yang mampu memberikan penjelasan logis.

Keluarga para tentara tersebut amat kehilangan dan kebingungan. Tidak ada satu pun yang mampu menentramkan mereka mengingat semua cerita hanya rumor dan spekulasi. Bahkan Raja George V tidak mampu menjelaskan apa pun. Satu-satunya pernyataan resmi tentang resimen The Norfolk ini hanyalah bahwa mereka ini dilaporkan hilang.

Ratu Alexandra mencoba mencari informasi lebih banyak dari duta besar Amerika Serikat di Konstantinopel. Ia bertanya tentang kemungkinan keberadaan para prajurit yang hilang tersebut di penjara Turki. Palang Merah Internasional dihubungi, surat kabar juga ramai memberitakan insiden ini, namun semua upaya tersebut nihil hasil. Setelah perang selesai, tidak ada jejak mereka yang dapat ditemukan di penjara tahanan perang mana pun.

Badge Resimen Norfolk. (Foto: Vintage News)

Bertahun-tahun kemudian, pada 1965, mantan pelaut dari Selandia Baru, Frederick Reichardt, menyampaikan testimoni yang belum pernah diungkap sebelumnya. Ia mengklaim menyaksikan hilangnya Batalion ke-5 Norfolk secara aneh pada 1915. Namun, pengakuannya ini penuh nuansa spiritual dan didukung tiga veteran lain.

Reichardt mengklaim, sore itu mereka menyaksikan formasi 6 atau 8 awan berbentuk roti yang melayang di area pertempuran Sandringhams. Salah satu awan itu turun mendekati para prajurit tersebut. Dan setelah sekira satu jam, awan itu naik kembali, bergabung dengan gumpalan awan lainnya dan melayang pergi. Mereka dapat melihat hutan secara jelas, namun tidak dapat menemukan keberadaan para tentara. Dan meskipun cerita ini tidak dapat dipercaya, banyak orang membagikannya dari mulut ke mulut.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement