SELAMA Perang Dunia I, satu unit militer buatan Raja Edward VII dari Inggris menghilang tanpa jejak. Unit militer tersebut dinamai Batalion ke-5 Resimen Norfolk dengan julukan "The Sandringhams", atau lebih dikenal sebagai "The Norfolks".
Insiden hilangnya The Norfolks ini terjadi di Semenanjung Gallipoli, bagian dari Kesultanan Ottoman. Tidak ada satu pun teori logis yang mampun menjelaskan raibnya mereka. Tak heran, berbagai teori supernatural pun bermunculan.
Pada Perang Dunia I, negara-negara sekutu di Gallipoli sepakat mengamankan Dardanelles, sebuah selat yang memisahkan Turki di bagian Eropa dan Asia. Selat ini juga menghubungkan Perairan Mediterania dengan Laut Hitam, serta memberikan akses jalur air ke Rusia.
Tidak heran, Inggris dan Prancis amat berambisi menduduki selat tersebut. Tetapi, serangan angkatan laut dan kapal amfibi mereka terhadap pasukan Ottoman gagal total.
Bagaimanapun juga, masih ada harapan untuk Sekutu. Di puncak pertempuran, lahirlah The Norfolk. Anggota resimen ini telah tumbuh bersama, dan kini berderap menuju medan pertempuran dalam langkah yang sama.
Beranggotakan 16 perwira dan 250 prajurit, unit ini dipimpin oleh Sir Horace Proctor-Beauchamp. Pada 30 Juli 1915, mereka berangkat dari Liverpool ke Gallipoli. The Norfolk tiba di semenanjung itu pada 10 Agustus.